|
Januari 13, 2008
Filed Under (Kebanggaan) by Ndoro Kakung
![]() Sebagai blogger kurang gaul, tentu saja saya sering mengidam-idamkan bisa datang di acara bergengsi macam Ubud Readers and Writers Festival. Apa daya, waktu sering tak berpihak. Jadilah mimpi itu lewat begitu sahaja tanpa saya sempat datang. Kebetulan pada perhelatan terakhir tahun lalu, ada seorang kawan di pabrik yang beroleh kesempatan berangkat ke Ubud. Ia mau meliput acara itu. Pucuk dicinta ulam tiba. Saya langsung meminta dia untuk mencari sesuatu — semacam memorabilia begitulah — yang berhubungan dengan acara asyik itu. Sebagai penanda, sebagai pengingat melawan lupa. Sebuah kaos mungkin? Teman saya menyanggupi. “Buat sampean, pasti saya usahakan,” begitu janjinya. Eh, benar saja. Sepulang kawan saya itu dari Ubud, di meja saya sudah terletak sebuah bungkusan. Dan, begitu saya buka … Voila! Hati saya girang bukan kepalang. Di depan saya ada secarik kaos yang saya idam-idamkan itu. Ini bukan soal harganya. Bukan soal desainnya yang biasa-biasa saja. Buat saya, kaos ini menjadi berbeda karena ia penanda, bahwa sebuah acara pernah berlangsung. Ia juga penanda sebuah janji yang ditepati. Saya bangga kepadanya. |
|