|
Mei 02, 2008
Kaos ini saya dapatkan menjelang Pemilu 2004. Terbikin oleh Dagadu, Yogyakarta. Gayanya retro. Isinya ya khas Dagadu, pelesetan yang “ngyojani”.
Februari 12, 2008
Filed Under (Biasa) by Paman Tyo
Dulu ada pesohor hiburan namanya Che Chekirani. Saya pikir dia revolusioner, seperti Che Guevara maupun Ciehhh Gueparah. Ternyata entah. Tapi sebetulnya apa sih ukuran revolusioner? Cuma antikemapanan? Anti-orang-kaya? Kalau ukurannya senaif itu maka tanggapan balik yang naif juga bisa mementahkan. Misalnya: apa seorang penikmat cerutu (yang setelah beredar luar Kuba pasti mahal) dan penyuka rolling thunder dengan brompit udhuk, berasal dari kelas makmur pula, bisa dibilang telah menyatu dengan para kere yang haus perubahan? Lupakan sanggahan ngawur yang berpanjang kata itu. Lebih menarik cerita tentang kaos ini. Saya mendapatkannya delapan tahun silam di sebuah kios di Pasar Salatiga. Harganya Rp 25.000. Ajaib juga, saat itu saya belum terlalu gendut. Mau gendut atau langsing (dari sisi pemakai), jika menyangkut Che maka urusannya adalah ikon yang dikomersialisasikan. Artinya, di mata pedagang dan konsumen, sosok Che tak beda dari Winnie the Pooh atau Hello Kitty. Persoalan berikutnya tinggal dijual mahal di tempat mentereng atau dijajakan murah di tempat kumuh. Sekarang kaos itu dipakai oleh anaknya Ebess.
Januari 15, 2008
Filed Under (Penuh kenangan) by Paman Tyo
![]() Kaos ini saya bikin pada 1996 dengan merek Kambing Hitam. Usaha gotong royong ini beranggotakan belasan orang awak redaksi majalah Jakarta Jakarta. Tema kaos, maunya, ya lucu-lucuan secara politis. Saat itu kritik kepada penguasa adalah subversif sehingga banyak orang menyampaikan pendapat dengan jalan memutar, cuma main serempet. Lama saya tak melihat kaos itu, dan baru bersua lagi akhir tahun lalu di rumah adik saya di Bogor. Dulu senang sekali jika bersua dengan seseorang yang tak saya kenal memakai kaos cap Kambing Hitam — tapi saya hanya diam. Dari mana asal gambar? Jujur saja saya main embat, yaitu merepro kartu pos dari Australia untuk saya jadikan gambar line art. Jadi, misalkan Anda menjumpai gambar kerangka manusia sedang memegang kaleng Coke sambil rebahan di atas pasir (pantai?), maka itu adalah sumber yang saya bajak. Di sini saya meminta maaf kepada pemilik hak cipta gambar asli. Saya mohon jangan memerkarakan saya ke meja hijau.
Januari 15, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Penuh kenangan) by Totok Sugianto
Tidak ada cerita menarik tentang kaos ini, kecuali saya mendapatkannya dari seorang teman yang kebetulan habis belanja kaos ini di Bandung. Saya ingatnya pada tahun 1997 waktu kaos ini saya dapatkan memang lagi gencar-gencarnya gaung reformasi di suarakan. Ingatkah sampeyan pada kata KKN? Kalau KKN yang ini artinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Nah dikaos saya ini semboyan anti KKN itu ditulis dalam bahasa Inggris seperti yang terbaca dikaos saya itu. Meskipun sudah berusia lebih sepuluh tahun, ternyata kaos ini masih layak pakai. Mungkin ini adalah satu-satunya kaos yang masih ada sampai sekarang. Atau barangkali sampeyan juga punya kaos seperti punya saya ini? |
|