Januari 17, 2008
Filed Under (Penuh kenangan) by Iman Brotoseno

Sepanjang perjalanan karier saya, tidak pernah saya merasa dredeg, ketakutan seperti yang baru saya alami kemarin. Sebagai satu diantara dua juri ( bersama pak Joko Lelono, penulis cerita anak anak jaman baheula dan pakar periklanan saat ini ) mengurusi lomba iklan layanan masyarakat – Global Warming yang diselenggarakan Yayasan Seni Estetika dan Teknologi bersama Sinar Mas Forestry. Saya diwajibkan datang ke Blitz Megacineplex untuk menghadiri pengumuman dan penganugrahan hadiah.
Biasanya acara seperti ini agak santai dan tidak terlalu formal.

Jadilah saya memakai kaos nyeleneh ini.
Ternyata setibanya di sana, saya harus ikut duduk dalam konperensi pers di hadapan para wartawan dan jurnalis. Mak gelosor saya hampir ndeprok ketakutan. Bagaimana tidak ternyata saya akan duduk bareng Garin Nugroho, Pak Sarwono Kusumaatmaja, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Pak Emil Salim dan petinggi petinggi kelompok usaha Sinar Mas. Sementara mereka kalau tidak pakai jas, ya pakai batik. Garin Nugroho sendiri memakai baju hem putih.
Sopan dan proper. Lha Saya…” Oral Me “ oh no !

Panitia juga kaget melihat kaos yang saya pakai. Saya hanya misuh misuh
“ Kenapa nggak bilang kalau ada Menteri segala ? “
Bisa bisa para wartawan akan terbelalak, jangan jangan nanti malah di zoom in sama kameramen TV.
Keringet segede gede jagung bercucuran. AC yang dingin mendadak seperti dalam oven saja. Buru buru saya sms Pak Joko terus. Terus berulang ulang. Pak dimana ? Buruan Pak. Saya telpon dia untuk cepat cepat datang menggantikan saya.
“ Wah saya agak telat mas “
Tambah panik. Saya lari dan menunggu dia didepan lift. Sambil sebisanya ngumpet dulu.
Akhirnya Pak Joko muncul, dan namanya orang bidang kreatif, ya ternyata dandanan dia juga nyeleneh. Baju hem putih, celana putih dan memakai jas semi blazer warna coklat.
Tapi setidaknya masih beradab.
Bersama panitia langsung saya geret dia. Mak cengkiwing ke ruang konperensi pers.
Akhirnya saya selamat dari kehebohan yang mungkin timbul gara gara kaos Oral Me.
Ternyata mendayagunakan Oral Me memang tidak boleh sembarang tempat !
Its very personal, indeed..



Januari 16, 2008
Filed Under (Dewasa) by Bude Denayanti

Kaos ini sebenernya sudah pernah saya muat di blog saya. Tapi supaya lebih banyak lagi orang yang ketawa, saya posting saja lagi disini.

Pertamakali liat kaos ini waktu saya dan teman-teman milis Wisata Surabaya jalan-jalan keliling Surabaya. Ketika mampir di Gedung Balai Pemuda Surabaya ada sebuah kios yang menjual kaos dengan tulisan lucu. Pembuatnya mengklaim ini kaos khas Surabaya. Tapi menurut saya tidak semua produknya mencerminkan Surabaya. Contohnya yang satu ini. Mana surabayanya coba?

kena gigi uang kembali :D