Februari 12, 2008
Filed Under (Biasa) by Paman Tyo

Dulu ada pesohor hiburan namanya Che Chekirani. Saya pikir dia revolusioner, seperti Che Guevara maupun Ciehhh Gueparah. Ternyata entah. Tapi sebetulnya apa sih ukuran revolusioner? Cuma antikemapanan? Anti-orang-kaya?

Kalau ukurannya senaif itu maka tanggapan balik yang naif juga bisa mementahkan. Misalnya: apa seorang penikmat cerutu (yang setelah beredar luar Kuba pasti mahal) dan penyuka rolling thunder dengan brompit udhuk, berasal dari kelas makmur pula, bisa dibilang telah menyatu dengan para kere yang haus perubahan?

Lupakan sanggahan ngawur yang berpanjang kata itu. Lebih menarik cerita tentang kaos ini. Saya mendapatkannya delapan tahun silam di sebuah kios di Pasar Salatiga. Harganya Rp 25.000. Ajaib juga, saat itu saya belum terlalu gendut. :D

Mau gendut atau langsing (dari sisi pemakai), jika menyangkut Che maka urusannya adalah ikon yang dikomersialisasikan. Artinya, di mata pedagang dan konsumen, sosok Che tak beda dari Winnie the Pooh atau Hello Kitty. Persoalan berikutnya tinggal dijual mahal di tempat mentereng atau dijajakan murah di tempat kumuh.

Sekarang kaos itu dipakai oleh anaknya Ebess. :)



Februari 12, 2008
Filed Under (Biasa, Hadiah) by Paman Tyo

kaos bintang merah calvin klein

Teksnya cukup mengulangi kaos bintang dari Bali. Intinya, pada penutup abad lalu itu simbol bintang jadi sexy lagi sehingga menjadi semacam ikon baru, cocok untuk dagangan, bisa untuk hadiah buat saya yang kere tapi dianggap percaya pada bintang merah, padahal tidak. Siapa kapitalisnya? Yang pasti bukan cK yang ini. :D



Januari 15, 2008
Filed Under (Kiriman pembaca, Memalukan) by Paman Tyo

Terlalu juga, mosok kaos tambalan dijual. Tapi bahan dan ukurannya cocok, mau bagaimana lagi. Begitulah kata si empunya kaos.

Desain depan? Kalau dipikir-pikir rada memalukan juga untuk orang setua dia. :D Masa sudah tua masih sok “mbois”. Ehm, gimana ya, kadang beliau lupa kalau sudah tua sih. Yah, kurang tahu diri dan memang punya bakat kurang ajar, begitulah.

Adapun punggungnya, sejak masih baru, tidak hanya bertambal melainkan juga ada benang yang dibiarkan menjulur keluar. Ada bagusnya sih, orang lain akan jatuh iba lalu terharu, dan membelikan kaos.

Singkat cerita, ini memang kaos kere. Kaos kaypang (partai pengemis dalam cerita silat Kho Ping Hoo).