Agustus 26, 2008
Filed Under (Bisnis, Kiriman pembaca, Lucu, Plesetan) by mimin suadmin

Pada jaman dahulu kala, sebelum para pedagang dunia dan penjajah datang ke tanah Jawa, kita sama sekali tidak mengenal kosa kata apapun yang mengandung huruf F atau V. Jangankan kenal, punya aja enggak. Hingga akhirnya pedagang Arab, Persia, dan Gujarat merapatkan kapalnya di pelabuhan tanah air dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal. Sambil berdagang, sambil menyebarkan ajaran Islam, dan bagi bangsa Eropa mah sambil ngejajah, keberadaan huruf F dan V ikut tersebar secara tidak sengaja.

Gak tua, gak muda, sering secara gak sadar kita melafalkan huruf F dengan P. Misalnya film menjadi Pilem, Firasat menjadi Pirasat, Fitnah menjadi Pitnah, Favorit jadi Paporit. Sesuatu yang tentu saja diharamkan para anchor, penyiar radio, MC-MC acara resmi, penyanyi, yah profesi yang kerjaannya ngomong deh.

Read the rest of this entry »



Juli 18, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Kiriman pembaca, Lucu, Penuh kenangan) by mimin suadmin

Ini salah satu kaos yang saya beli dari TOOG (Toko Oleh-Oleh Ganesha) yang dulu tempatnya di Seni Rupa ITB. Saya belinya pas saya masih mahasiswa, kira2 tahun 1997 atau 98 gitu deh, lupa persisnya kapan. Semua kaos T-shirt saya cuma saya pakai sebagai kaos daleman kemeja. Syukur alhamdulillah belum rusak atau kusut, kainnya juga bagus.

sekolah cap gajah duduk

Kaos ini dulu dibeli sebab kaos2 di Koperasi Mahasiswa (Kokesma) ITB motifnya garing2 semua pada waktu itu. Yang nyentrik sendiri ya kaos bikinannya orang2 Seni Rupa ini. Dulu saya sempat beli kaos dari TOOG ITB yang kontroversial, karena tulisannya adalah “Bukan anak UN***”.
Sampai ribut tuh mahasiswa universitas tadi, akhirnya kaos tsb ditarik dari peredaran. Kaos punya saya akhirnya rusak karena salah cuci.
Nggak berkat kali ya kaosnya, akhirnya self-destruct gitu.

Kiriman: Affan



Juli 01, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Kiriman pembaca) by mimin suadmin

Orang hebat ada di mana-mana. Sayang orang terdekat — tepatnya yang berdiri di dekatnya — seringkali tak sadar. Maka orang hebat yang butuh pengakuan itu masih harus menyatakan diri melalui kaos. :D

soto babat campur kawat

Kaos ini milik seorang cewek Bandung yang mendapatkannya di Yogya, lalu dibawa berlibur ke Jakarta. Kalau tak salah, kaos terbikin oleh Jeliteng Jogja. Gaya “bintang kiri”-nya dari jauh cukup menggoda mata. ;)

soto babat campur kawat

Tautan: kaos bintang 1 | kaos bintang 2



Maret 24, 2008
Filed Under (Aneh, Lucu, Plesetan) by Paman Tyo

Cukup beli satu kaos serasa punya dua kaos. Kok bisa? Kaos bikinan Maha Nagari, Bandung, ini bisa dipakai bolak-balik. Kalau yang luar kotor, maka kaos dibalik, lalu dipakai lagi. Zap! Bagian dalam jadi di luar. Lho, bukannya bagian dalam juga kotor karena ramuan keringat, debu, dan daki? Itu lain perkara. Pokoknya bisa side A dan side B. Maaf tidak berlaku untuk pakaian dalam. Nggilani.

Jadi, ketika memakainya, sebagai orang Bandung, kenakanlah secara default. Lantas seturun dari kereta api di Stasiun Gambir, atau setelah keluar dari jalan tol JORR di Pondok Indah, baliklah kaos itu. “Keur di Jakarta” itu kunaon? “Sekarang di Jakarta”.



Maret 16, 2008
Filed Under (Biasa) by Sir Mbilung MacNdobos

Tempat di mana cinta sejati bersemayam, tergantung jenis kelamin. Begitu yang terjadi di Bandung, paling tidak bagi pembuat rancangan kaos.