|
15 Agustus 2008 @ 2:55
Hadiah, Kebanggaan, Kiriman pembaca, Lucu, Penuh kenangan, events | kapstok: mimin suadmin (31 potong) | Rumah asal: mimin suadmin
Jim Geovedi dan Yolanda Fox menikah tanggal 28 Juni, hari Sabtu yang lalu dan warga Kampung Gajah berbondong-bondong menghadirinya dengan memakai kaos ini!
15 Agustus 2008 @ 2:44
Kebanggaan, Kiriman pembaca, events | kapstok: mimin suadmin (31 potong) | Rumah asal: mimin suadmin
Kaos ini dibuat oleh Telkom Banjarmasin, mungkin sebagai ucapan terima kasih atas kerjasama mereka dengan blogger dalam mengadakan olimpiade sains tingkat provinsi awal tahun lalu.
Semoga kerjasama seperti ini terus berlanjut, dan kaosnya juga terus dicetak dan dibagikan, GERATIS…
15 Agustus 2008 @ 2:41
Kaos ini menarik perhatian karena kalau tidak salah ingat, pernah dipakai sama neng Cinta Lawra. Akhirnya menarik hati untuk membelikannya demi si pujaan jiwa, semoga kalimat tertulis tidak menjadi slogan si dia…
13 Agustus 2008 @ 13:45
Kaos apaan tuh? Halah. Gitu aja pake tanya. Dari kalimat dan lambang tetesan darah saja saya yakin banyak orang langsung mafhum, ini pasti kaos donor darah. Mau yang ngadain donor darah itu partai politik, instansi, mahasiswa, bahkan ibu-ibu arisan, penandanya ya tak jauh-jauh dari tetes darah dan kalimat diatas. Kan gak mungkin banget kalimatnya diganti misalnya: “Seliter anda bisa menyelamatkan orang lain”. Bisa pingsan calon donor darahnya tuh. Inilah hasil branding PMI yang konsisten terus menerus (halah! kok jadi kaya jualan ya?), sehingga publik langsung bisa mengenali. Mirip dengan iklan rokok bergambar kuda dan tukang angon sapi (koboi), bahkan tanpa tulisan apapun khalayak masih mengenali itu iklan rokok. Jangan lupa ikut mendonor ya… Event: kaos donor darah tanggal 12 Agustus 2008 di Menara BDN lantai 25 yang disposori Bank Syariah Mandiri dan LAZNA BSM UMAT
04 Agustus 2008 @ 13:52
Entah berapa banyak gratisan yang saya dapat. Belum pernah saya hitung sampai sekarang. Tapi kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga. Mulai dari jas (sekarang sudah 3 stel), sepatu, dasi, kemeja, liburan plus akomodasinya, hingga undangan makan. Tapi dari semuanya, yang paling sering saya terima adalah kaos. Mungkin kalo dihitung, sudah lebih dari 100 dalam 2 tahun terakhir saya di Jakarta. Beneran! Lha, gimana ngga banyak, dalam beberapa event, saya sering diserahi beberapa buah sekaligus. Bahkan pernah terjadi saya dikasih 10. Titip untuk teman-teman BHI, kata panitianya. Selain itu, teman-teman sepabrik juga seringkali memberi oleh-oleh kaos sesudah melakukan perjalanan baik dalam maupun luar negeri. Dus, lemari kecil saya di kos lebih banyak diisi barang-barang gratisan daripada beli sendiri. Untungnya (orang jawa memang selalu beuntung. :P), kos saya adalah tempat berkumpulnya banyak orang. Jadi, saat membutuhkan baju ganti, mereka bisa mengambilnya sendiri. Tak jarang saya sampai lupa saat ada teman yang mengembalikannya lagi. hehehe Catatan: Maaf, tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer. Karena saya wong ndeso, jadi ya masih gumunan. Sebenarnya lebih karena itulah cara saya mensyukurinya. Hatap maklum.
|
|