Archive for the ‘Plesetan’ Category
Januari 21, 2008
Filed Under (Plesetan) by Iman Brotoseno
![]() Ketika saya memasuki Circle Key Jl. Cikajang , dekat Pasar Santa. Para pemuda pemudi generasi penerus bangsa yang leyeh leyeh di lantai teras - sambil makan kacang dan bergaya minum bir kaleng - melirik tersenyum ke saya. Ini mungkin karena kaos yang saya pakai. Tentu saja kaos Vegetarian Club ini bukan kaosnya Sophia Latjuba yang baru baru saja memproklamirkan sebagai pemakan non daging. Bagi sebagian kalangan pengguna barang ini, ada rasa kebanggaan.
Januari 19, 2008
Filed Under (Plesetan) by Iman Brotoseno
![]() Kaos ini memang sudah lama., yang muncul pada masa masa reformasi 1998 – 1999. Sudah turun pangkat menjadi baju tidur, karena memang enak. Bukan karena serasa mengeloni mbak tutut atau memimpikan eyang Soeharto. Tapi memang gambaran yang ada di sini menjadi tuntuan refleksi sebuah jaman. Jangan salah bahwa hampir sepuluh tahun itu tuntutan masih terus relevan. Sampai hari ini. Ketika suara suara keras meminta proses hukum terhadap Soeharto beradu gempita dengan suara suara yang meminta agar ia dimaafkan. ![]() “ Saving Private Asset “ yang dibuat oleh sebuah lembaga Nirlaba KKN – Kaos Kritis Nasional memang menjadi potret buram negeri ini. Sebuah negeri ketoprak yang penuh dengan adegan sandiwara nggak mutu.
Januari 16, 2008
Filed Under (Plesetan) by Iman Brotoseno
Banyak orang mengira istilah Mak Nyuss gara gara celotehan Bondan Winarno. Padahal hampir lima belas tahun yang lalu, pakde Umar Kayam sudah sering mempopulerkan ekspresi itu dalam kolomnya di Harian Kedaulatan Rakyat, Jogja. ![]() Budaya fast food membuat gegar budaya bagi sebagian orang. Wong waktu saya kecil kalau diajak bapak ibu ke rumah makan, ya harus nunggu. Mungkin di situlah letak nikmatnya, kita sekeluarga bisa ngobrol ngobrol sambil hidung kembang kempis mencium aroma masakan dari dapur restaurant Yong kee depan stasiun kereta Pasar Minggu.
Januari 16, 2008
![]() Kaos ini kocak dan ngeledek semua bloggers. BHI, pembuatnya, memang kreatif. Saya nggak tahu sudah berapa potong yang terdistibusikan. Pemakainya, tentu saja, ya kaum bloggers yang diledek dan meledek diri sendiri itu. ![]() Tentang BHI, bagi saya, kalau mau pakai istilah gagah, adalah “fenomenal”. Memang di setiap kota, dan di antara perkawanan bloggers, selalu ada komunitas dan ajang kopdar; tapi BHI memberikan sesuatu yang lain. Kumpulan orang cangkruk (kongko) ini mengambil tempat di depan Plaza Indonesia, di trotoar. Siapa pun boleh datang dan bergabung. Beberapa bloggers luar kota menjadikannya sebagai target kunjungan. Belum jadi blogger kalau Anda ke Jakarta tanpa menyambangi mereka. Welcome to BHI! ![]()
Januari 16, 2008
Batman, si manusia kampret rekaan Bob Kane dan Bill Finger ceritanya memiliki bentuk tubuh yang yahud. Yahud atau tak yahud, bentuk tubuhnya mengingatkan saya pada bancet malang di petak sembilan Jakarta yang siap dijadikan santapan. Jika Batman lantas pensiun, entah karena faktor usia atau karena kejahatan sudah habis, maka kegemukanlah yang menyergapnya. Itu khayalan saya. Apakah setelah pensiun Batman bisa menghilangkan kebiasaannya memakai celana dalam di luar? Bertanyalah pada Fatman. |
|