Archive for the ‘Penuh kenangan’ Category

April 10, 2008
Filed Under (Penuh kenangan) by OblongMan

Ini bagian dari serial Oblongklopedia dari Dagadu Yogya. Edisi yang ini tentang Voorstenlanden, padahal mestinya sih Vorstenlanden atau wilayah kerajaan. Dalam konteks Mataram Islam, vorstenlanden meliputi wilayah Yogyakarta dan Surakarta. Tembakau yang enak dari kawasan ini di bursa tembakau Bremen dikenal sebagai “tembakau vorstenlanden”.



Maret 24, 2008
Filed Under (Hadiah, Lucu, Penuh kenangan) by Paman Tyo

Wenter atau wentol, Anda pernah dengar? Baiklah saya jelaskan. Itu bubuk pewarna untuk dicampur air mendidih, yang dipakai untuk merendam kain dan pakaian yang akan diwarnai. Memang itulah fashion orang tempo doeloe, dari zaman kesrakat (miskin). Cerita lain ada di sana. Lantas kenapa bisa pindah ke kaos? Seorang desainer grafis, namanya Enrico Halim, yang juga dosen seni rupa di Universitas Tarumanegara, memindahkan romantisisme itu ke dalam kaos untuk merintis museum desain grafis Indonesia.



Maret 23, 2008
Filed Under (Hadiah, Lucu, Penuh kenangan) by Paman Tyo

Kaos krem hadiah dari adik saya ini menggunakan gambar jadul dari korek api antik. Pembuatnya adalah rumah desain Le Bo Ye, milik Hermawan Tanzil, salah satu desainer grafis terkemuka di Indonesia.



Februari 18, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Penuh kenangan) by Ndoro Kakung

Suatu senja di Himalaya. Enam perempuan merayap di atas hamparan es menuju puncak Annapurna IV (7525 meter di atas permukaan laut). Angin mendesir-desir. Salju turun berbutir-butir. Langit biru kejam, tak menyisakan awan sepotong pun.

Untung tak dapat diraih, malang siapa yang mau. Setelah lelah menjejak, bertarung dengan ego, hanya satu perempuan yang berhasil menggapai puncak Annapurna IV. Lima yang lain tak cukup beruntung.

Seorang perempuan, pemimpin tim ekspedisi para perempuan itu, lalu mengisahkan perjalanan 18 tahun lalu itu hampir tiap malam pada kedua anaknya menjelang tidur. Ada bangga di wajahnya. Ada haru di matanya.

Gunung adalah obsesinya sejak kecil. Perempuan itu menyukai gunung karena justru di puncak tak ada apa-apa. Cuma ada senyap. Kebebasan. Dan anak-anaknya tahu itu.

Perempuan itu pun bercita-cita suatu saat kelak, ia akan membawa anak-anaknya kembali ke Himalaya. Ia ingin mengantarkan anak-anaknya menyentuh atap dunia. Read the rest of this entry »



Februari 05, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Kiriman pembaca, Penuh kenangan) by Paman Tyo


Setiap kali mendapat penugasan ke suatu kota atau kebetulan berkesempatan jalan-jalan, salah satu memorabilia yang saya bawa adalah kaos yang bertuliskan nama kota yang dikunjungi. Selain harganya terjangkau, kaos juga bisa menjadi penanda bahwa saya memang telah mengunjungi kota tersebut. Selengkapnya…