Archive for the ‘Kebanggaan’ Category
Juni 21, 2008
JIKA BUKA MATA, MAKA harus buka hati juga biar nggak salah. Apa gunannya toh punya mata tapi nggak punya hati kayak yang ada di senayan ituh, kendalikan diri biar nggak terkena godaan di luar, nah kalo udah itu semua baru deh, bangkitkan nurani Anda untuk melihat, merasa, dan mengendalikan diri biar semuanya berjalan selaras, lurus.
Kaos ini saya dapet 3 taun lalu sewaktu kegiatan sekolah di sebuah pesantren pimpinan kiai yang belum berpoligami-setidaknya sampai 2 tahun lalu-. Kaos ini ketemu lagi pas saya lagi beres-beres, dan entah kenapa kok kayaknya asyik aja makenya padahal udah kekecilan, maklum, waktu SMP saya kurusan. (Dari Tongki)
Juni 06, 2008
Seperti halnya blog, kaos juga boleh menyukai typo. Maka adalah “pakain” dan bukan “pakaian”. Tak apa. Yang penting pembuatnya sama: Mr Puisi dari Bali. Pemlik juga sama, yakni si blogger peluluh wanita muda dan tua. Sebagai keleda, dia memang suka ngemil keladi. Yang patut dipersoalkan bukan kenapa dia lakukan itu, tapi kenapa ada yang mau.
Mei 02, 2008
Filed Under (Biasa, Kebanggaan) by OblongMan
Kaos ini harganya sekitar Rp 17.500, saya dapatkan di rak diskonan Carrefour Harmoni, Jakarta, tahun 2002. Adem, lumayan, sayang agak tipis. Desainnya memang pakai efek scracth. Sekarang saya pakai buat tidur. Teman sepetiduran jadi takut mendekat.
April 19, 2008
Sepuluh tahun lebih saya bekerja di perusahaan penerbitan itu tak pernah ada yang tahu (tepatnya: peduli) ulang tahun saya. Itulah sebabnya saya selalu aman dari todongan. Pernah saya sudah menyiapkan uang sekadarnya, ternyata teman sekantor tak tahu. Tapi rasa aman itu akhirnya tamat. Pada ultah saya, tahun 2002 (ya, enam tahun lalu!), saya datang ke kantor sore. Memang ada niat mentraktir sekadarnya. Saya bilang, “Cah, ntar kita keluar, makan bareng yuk.” Tak ada tanggapan. Pada cuek. Ada yang terus ngegame (itu bagian dari pekerjaan). Ada yang tetap chatting (itu juga pekerjaan). Ada yang dengerin musik. Ada yang tidur. Yo wis, pikir saya. Kalau ndak mau ya syukur. Lantas saya keluar, ke kamar kecil. Terus ke unit lain entah ketemu siapa untuk sebuah urusan. Lalu saya kembali ke kantor kecil yang berjejal itu. Ketika saya masuk terdengarlah paduan suara, “Happy bitrhday Mase!” Mereka sudah pakai seragam berupa kaos baru. Lalu ada upacara kecil, dan saya menerima dua potong kaos (lengan pendek dan lengan panjang). Kaos itu khusus dibuat untuk merayakan ultah saya. Bikinnya pun jauh, di Temanggung, karena orangtua salah satu awak redaksi punya usaha konveksi. Saya tak pernah tahu persekongkolan itu, padahal ruang kami sangat sempit. Karung berisi kaos datang pun saya tak tahu. Lantas bagaimana kasak-kusuk persiapannya? Via messenger dan bisik-bisik saat saya tak berada di kantor — misalnya ketika ke kamar kecil. Salah satu kaos itu saya bingkai. Satunya masih saya pakai. Kaos itu bergambar seluruh awak redaksi. Terima kasih kawan-kawan!
Maret 28, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Lucu) by Ndoro Kakung
Ini kisah kaos kiriman Silent Reverie … Pernah terjerat cinta monyet? Sudah lama aku dan adikku mengalami cinta monyet, tapi dalam arti sesungguhnya. We love monkey. Aku dan adikku suka sekali dengan binatang yang satu ini karena tampangnya kocak dan innocent. Jika tertawa, mulutnya lebar, spontan, juga tulus.
Kaos putih itu kubeli karena gambarnya mengusik perhatianku, bukan karena ukurannya yang XL. Aku nggak peduli ukurannya, walaupun aku tahu kaos itu kedodoran untuk tubuhku yang seuprit dan kesempitan buat adikku yang berbadan giant. Tampak di kaos itu ayah, ibu dan anak monyet yang merupakan satu keluarga harmonis. Lihatlah ekspresi ayah dan ibu monyet yang serius tapi lugu sambil agak-agak tersenyum simpul, sedangkan anaknya bergaya manis manja. Seperti foto keluarga yang biasa dipajang di ruang tamu. Ah, mesranya mereka! Read the rest of this entry » |
|