Archive for the ‘Kampanye’ Category
Juli 16, 2008
Pesta itu sudah usai. Pemenang dan pendukungnya puas. Yang kalah entahlah. Bagaimana dengan penggembira? Kaos masih bisa dipakai, seperti yang dilakukan oleh bala Ismet ini, nun di Gedung Pos Ibukota, Jakarta, jauh dari Tangerang. Foto diambil Selasa 15 Juli 2008.
Mei 02, 2008
Kaos ini saya dapatkan menjelang Pemilu 2004. Terbikin oleh Dagadu, Yogyakarta. Gayanya retro. Isinya ya khas Dagadu, pelesetan yang “ngyojani”.
April 15, 2008
Ngeblog memang bukan tren sesat, kok ![]() Tulisan ini dicolong dari blog saya sendiri. Salah Anda sendiri jika sudah membacanya di sana dan kini tertipu karena membaca lagi. Menyebalkan, ya? Begini, kemarin saya diundang ke acara peluncuran dagdigdug.com. Saya pikir ini peluncuran layanan blog hosting yang biasa saja. Selain mengganti wajah depan, acaranya pun saya nilai biasa saja: tidak ada entertainment, tidak ada selebriti. Tapi, ada yang luar biasa dari mereka. Apa itu? Apalagi kalo bukan sehelai kaos oblong.
Maret 10, 2008
Kaos ini milik kawan saya. Kami berteman karena anak-anak kami berkarib sejak TK. Suatu kali dia, namanya Koko, datang ke rumah memakai kaos dari kantornya. Desain punggung kaosnya itu yang unik. Tapi dari sebelas orang yang membaca, berapa yang bisa baca not? Saya tidak.
Januari 19, 2008
Filed Under (Kampanye, Kebanggaan) by Totok Sugianto
Seorang rekan kerja yang akan pensiun mengundang kami untuk acara pesta perpisahannya. Beliau telah bekerja bersama dengan kami hampir selama 10 tahun. Memang sepanjang karir beliau bekerja, telah banyak perusahaan yang mendapatkan jasa beliau, dan kebetulan perusahaan kami adalah yang terakhir dan menurutnya adalah yang terlama sepanjang karirnya selama ini. Seperti layaknya farewell party kami tamu undangan bergantian berbicara baik atas nama pribadi maupun departemen, mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Terkadang kata yang terucap sesekali diikuti ’sesenggukan’ karena saking tidak bisanya menahan haru karena musti berpisah walaupun dalam pertemanan kami tidak mungkin terpisahkan. Setelah semua mendapatkan giliran berbicara satu persatu maka tiba saatnya beliau yang memasuki masa purna tugas ini menyampaikan beberapa patah kata sambil sesekali mengusap sudut matanya yang tidak kuasa dilinangi air mata. Pada intinya beliau bangga bisa bekerja sama dengan kami dan bahagia karena selama ini selalu berteman baik dengan kami. Terakhir tanpa kami ketahui sebelumnya beliau memberikan kejutan kepada kami dengan membuka blazer yang dikenakannya, dan ternyata dibalik blazer hitamnya ada kaos putih bertuliskan “Retired… and Loving It!” dengan gambar |
|