Archive for the ‘Aneh’ Category
Februari 12, 2008
Filed Under (Aneh) by Paman Tyo
Mulanya anak ini tak peduli dengan orang sekitar yang membaca kaosnya. Tapi ketika akan difoto dia malu. Lantas temannya, sesama pedagang makanan di dekat Taman Menteng, meyakinkannya sambil memegangi dia. Maka inilah yang terjepret oleh setelah kopdar lanjutan selepas kulonuwun dagdigdug. Padahal kalau soal naksir orang yang sudah punya pacar, mestinya bukan masalah. Cuma naksir (dipendam dalam hati pula), bukan mengganggu apalagi memaksa, apa salahnya, kan?
Februari 05, 2008
Foto berikut ini saya dapatkan di sebuah loket pembayaran SPP universitas gajah bengkak. Tulisan di pundak kaos seorang mahasiswa cukup menggelitik. Selengkapnya…
Januari 16, 2008
![]() Sabar, sabar, sabar. Jangan keburu berkerut kening. Saya tak hendak mengadu domba dengan memanfaatkan sentimen wilayah peka. Nah kaos berkaligrafi Arab (tapi saya tak dapat membacanya) itu adalah bingkisan dari teman di kantor lama, namanya Hoho, sebagai oleh-oleh setelah mengunjungi tempat ziarah orang salibis eh palang eh Nasrani. Teman saya, seorang santri, namanya Mas Poniman, sambil senyum-senyum berkomentar dalam dialek Tegal, “Bos, kenapa juga yak itu kaos nyebut-nyebut Babe segala?” Lha mana saya tahu, kata saya. Saya cuma dikasih tahu oleh orang lain bahwa kaligrafi itu adalah Doa Bapa Kami. Bagi saya tak soal kalau idiom kristiani memakai bahasa Arab. Bukankah di Timur Tengah pun ada orang Nasrani? Itu sama saja dengan ekspresi keagamaan secara verbal dengan bahasa (dan aksara) lain kan? Maka entri kaos yang ini mestinya dijuduli “Kaos bebas-SARA”. ![]()
Januari 15, 2008
Filed Under (Aneh) by Paman Tyo
Mata Anda normal. Foto kaos ini pun tidak direkayasa supaya aneh. Memang desainnya yang bergaya cetak meleset seperti kemasan produk untuk rakyat zaman dulu. Gambar yang dipasang pada kaos itu adalah hasil pembesaran dari kertas bungkus sumba (pewarna makanan). Saya mendapatkan kaos ini gratis, bersama kaos lain yang sejenis, Desember 2007. Pembuatnya adalah Enrico Halim (Rico), desainer grafis yang dulu menerbitkan majalah gratis Aikon. Dia memberikannya saat pameran label dan kemasan di FSRD Universitas Tarumanegara. Di kampus itu dia mengajar. Bersama Arief Adityawan, juga dosen di jurusan desain komunikasi visual, Rico sedang merintis sebuah pusat studi desain kemasan dan label Indonesia. Semacam embrio museum, begitulah. Nah, kaos itu adalah kampanye sekaligus sumber dana awal. Sumber gambar untuk direpro? Tebak sendirilah. |
|