Author Archive

Mei 19, 2008
Filed Under (Hadiah) by Paman Tyo

Ini dia kaosnya blogger Tangerang: Bloger Benteng!

Saya mendapatkannya dari Mister Caplang, yang memberikan dengan tergesa, seolah yang penting kiriman sampai dengan selamat ke tujuan, kalau yang menerima mau berterima kasih itu bukan tujuan, kayak prinsip perusahaan kurir kelas wahid saja.

Kenapa namanya “benteng”? Nama lain (lama) Tangerang memang Benteng, makanya ada istilah “Cina Benteng”. Terima kasih, Mister!

kaos blogger benteng tangerang



Mei 07, 2008
Filed Under (Aneh, Memalukan, Penuh kenangan) by Paman Tyo

Aha! Silakan tertawa. Ini kaosnya sekelompok orang tua, dibikin sekitar 30 potong, untuk sebuah reuni tiga tahun lalu. Sebagian peserta sudah belasan tahun tak bersua. Ada yang doktor, ada yang masih berstatus eks-pedro (pemuda drop out).

Ketika bertemu mereka sudah jadi bapak dan emak. Umumnya pada membawa tambahan lemak. Daging pipi pembalut rahang sudah mengendur. Kelopak mata sudah berkantung. Kacamata sudah plus. Perut seolah membawa tas pinggang. Ada yang datang membawa pengawal (maklum politikus), eh ternyata anaknya. Yang kawin muda punya anak sudah dewasa. Yang kawin telat anaknya masih SD. Yang masih betah melajang ya belum punya anak.

Ah sudahlah. Itu masalah internal.Tidak penting — tapi itu natural, untuk siapa pun. :D

kaos reuni

Lebih penting cerita tentang desain kaos ini. Ternyata susah membuat kaos untuk orangtua. Ketika si desainer mencoba memindahkan gaya visual zaman majalah Aktuil (tahun 70-an, ketika mereka masih ABG), uh hasilnya mirip kaos-kaos yang saat itu (2005) dijual di distro. Bisa bikin malu, dituduh tak tahu diri.

Akhirnya dicobalah gaya awal sampai pertengahan 80-an. Desktop publishing belum meluas, Rugos masih jadi mainan. Sablonan masih cenderung rata — belum model gradasi dan raster.

Yang menjadikan kaos kasepuhan itu tampak “modern” adalah atribut yang mewakili internet. :D

Soal lain? Karena mendatangi reuni ini saya untuk pertama kali bertemu Bahtiar, Lantip, dan Pito. Saya, waktu itu, masih jadi orang lain. :D  Tentu saya ketemu mereka di luar acara, wong beda generasi. :D



April 26, 2008
Filed Under (Hadiah, Penuh kenangan) by Paman Tyo

Kaos ini masih ada. Kemarin saya temukan di lemari lalu saya foto. Baru saya pakai sekali, waktu acara berlangsung, lima tahun silam. Ukurannya kelewat ngepres di badan. Ini hanya satu dari sejumlah atribut dalam gelaran di beberapa kota yang pernah dibikin oleh (eks-)kantor saya.

Warna oranye saya suka. Cerah. Optimistis dan aktif, kata entah siapa. Tapi kemarin kaos ini menjadi penebal melankoli. Untuk pertama kalinya sejak kami bubar dan terdiaspora tahun lalu, beberapa teman mengajak saya konferensi di Y!M. Reuni maya penuh canda dan ledekan. Yang tak muncul di teks selama chatting dengan koneksi byar-pet adalah galau saya. Ada semacam rasa bersalah atau apa. Mereka seolah hadir senyatanya. Aneh, padahal ketika bertemu di dunia nyata kami santai saja. Maafkan saya teman-teman.

*) Tiba-tiba saya ingat tentang keluarga Darmawan Supratisto (supratisto.com), peserta yang menjadi “juara” dalam sebuah gelaran kami. Di kemudian hari, pada suatu nahas, seisi rumah terpanggang dalam rumah yang semua jendelanya berjeruji. Mereka mengontrak rumah itu untuk tempat mengungsi selagi rumah asli direnovasi. Keluarga itu punah. Ayah, ibu, dan dua anak…



April 20, 2008
Filed Under (Hadiah, events) by Paman Tyo

Ini kaos dari Budiwijaya, blogger yang aktivis Linux dan mangkal di HiTech Mall Surabaya. Budi adalah arek Suroboyo ketiga yang saya kenal setelah Fahmi (ini anak emang top!) dan kemudian Andry (tapi saya jumpa dia pertama di Jakarta), pada 2006. Sebelum ketemu muka, saya dan Budi sudah ber-SMS-an. Saya, saat itu, belum di blogombal.org. Masih beralias begitulah. Setelah jumpa Budi, esoknya saya jumpa Nina Ulet Bulu.

kaos budiwijaya

Kaos ini, bersama kacang dari Madura, adalah sangu dari Budi ketika saya akan kembali ke Jakarta. Sebelumnya kami berboncengan muter-muter malam hari, sampai menonton wayang kulit segala.

Ngapain saya di Surabaya? Ehm, bikin workshop untuk ngeblog. Mentor utamanya adalah Erwin Sutomo (saat itu masih di blogspot) Dan sungguh pengecut, saat itu saya juga cuma nonton, bahkan Erwin pun tak tahu bahwa saya seorang blogger. Budi pun tidak membukakan rahasia itu ke sejawatnya yang sealma mater! Menyenangkan sekali bekerja sama dengan teman-teman Stikom, yang kampusnya pernah saya sambangi itu.



April 20, 2008
Filed Under (Hadiah) by Paman Tyo

Kaos ini adalah buah tangan Didats ketika dia masih memburuh di Bali, tahun 2006. Sebelumnya dia kirim SMS menanyakan ukuran. Kemudian pada suatu hari kerja singgahlah di ke kantor saya di Kebonjeruk. Saat itu pula saya tunjukkan rancangan layout untuk blog di rumah baru dengan domain sendiri. Kisah selanjutnya sudah jelas. Perancangan dilakukan bersama, di Jakarta dan Denpasar.

Didats adalah satu dari sedikit blogger yang saya jumpai, bahkan saya mintai tolong, ketika saya belum berani menyatakan diri. Ketemu dia pertama itu singkat, tahun 2004/2005, di tangga teras kantornya, Jalan Jenderal Sudirman. Untuk sebuah acara, akhirnya Didats dan Golda dan Hericz mau turun tangan. Acaranya? Workshop untuk calon bloggers di Plaza Semanggi (2005)! Saya? Sebagai si “kere kemplu” ya cuma nonton. Pengecut bangetlah.

Ketika kontroversi RUU Antipornografi mengemuka, dan terkabar Bali akan memisahkan diri, maka saya kirim merek kaos ini ke teman saya orang Bali. “Bli, dari dulu Bali emang separatis kan?” :D