Author Archive
Juni 13, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
Lagi-lagi kaos yang dipakai teman kantor, setelah yang ini. Sepintas seperti merek sebuah minuman terkenal, tapi ternyata tulisannya beda. Coba tebak, minuman apakah ituuuu…? Ya, pintaar… Kaos Papua ini konon diperoleh mbak pemakai (matur nuwun, Jeng Nur!) dari seorang rekan kantor yang tinggal di Papua. Sewaktu sang rekan bertugas ke Jakarta, inilah buah tangannya. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya. Pertemanan yang sebelumnya terjalin hanya lewat saluran telepon jarak jauh, atau lewat dunia maya seperti yang semakin umum di zaman internet ini, jadi semakin akrab berkat sehelai kaos. Asyik juga kali ya, jalan-jalan ke Papua? Sayangnya, ongkos pesawat ke sana mahal sangat, dan jalur kereta api ke sana belum ada
April 10, 2008
Filed Under (Biasa) by Mpok Bina
![]() Kaos bikinan entah siapa, dikenakan oleh rekan sekerja saya yang memang terkenal sabar meskipun badannya tidak subur. Lho, memangnya ada hubungan antara kesabaran dan kesuburan (badan)? Apa ada hubungannya juga dengan dugaan, eh, tuduhan orang jadul bahwa orang pemarah biasanya kurus? Entah apa pula pendapat mereka jika melihat anak-anak gaul jaman sekarang yang lebih suka berbodi gantungan kunci, dengan harapan bukan anoreksik. Moga-moga tetap sabar dengan apa pun pilihan mereka, karena konon orang sabar disayang Tuhan.
Maret 20, 2008
Filed Under (Hadiah) by Mpok Bina
Konon, orang dengan selera humor yang baik dan sehat adalah orang yang bisa menertawakan diri sendiri. Tidak langsung marah ketika disindir, berarti juga menerima diri apa adanya alias pasrah. Saya tidak yakin apakah kaos ini 100% buatan tangan orang Malaysia, mengingat banyaknya orang kita yang bekerja di sana. Entah siapa pula desainer dan pemilik mereknya. Akan tetapi, kaos ini cukup majur sebagai pemuncul senyum. Sang pemberi kaos yang orang Malaysia, namun suka sekali dengan barang-barang dari Indonesia bahkan mencetak undangan pernikahan pun di Jakarta (!), mungkin saja mengira, orang Indonesia akan lebih terhibur dengan menertawakan orang lain daripada diri sendiri. Eh, benar apa benar sih?
Februari 09, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
![]() Sementara di kaki lima banyak kaos yang berdesain jiplakan kaos “Hard Rock Cafe”, maka ojie oblongmemelesetkannya menjadi “Bandrek Jahe”. Tulisannya enak dilihat dan kocak buat saya. Kalau ada orang lain yang membacanya dan ikut tertawa, tentu itu lebih baik daripada membaca lantas merengut atau menggerutu. Adakah juragan akan yang menyediakan menu bandrek di kafe? Bandrek, minuman penghangat badan yang terbuat dari jahe, gula merah dan rempah-rempah lain, entah apakah masih bisa populer setelah “jalma kiwari” terbiasa dengan minuman ringan bersoda, teh hijau berkalori rendah, minuman pembikin bugar atlet atau kopi yang menjadi genit setelah diangkat lewat budaya ngopi di kafe. Klaim pada kaos bahwa bandrek adalah minuman asli Betawi juga bisa diperdebatkan, karena di daerah-daerah lain di Indonesia pun bisa ditemukan berbagai minuman berbahan dasar jahe. Minuman tradisional selain bandrek yang dikenal di daerah Jawa Barat adalah bajigur, terbuat dari campuran santan cair dan sedikit kopi. Hingga kini, sebagian besar penduduk Kota Hujan Bogor masih sering melihat penjaja bandrek keliling dengan pikulan. Selain bandrek atau bajigur, si penjaja juga menjual makanan penangsel perut semacam ubi rebus atau pisang rebus. Di Bogor juga, tepatnya di belakang bekas Bioskop Sukasari, Jl. Siliwangi yang perpanjangan Jl. Suryakencana (dulunya bernama Jl. Perniagaan) ada daerah bernama Warban, singkatan dari Warung Bandrek. Entah apakah memang pernah ada warung bandrek yang begitu tersohor di sana. Di musim hujan yang dingin, minumlah bandrek. Tidak perlu mabuk untuk merasakan kenikmatan dan kehangatan dunia |
|