Author Archive
Juli 07, 2008
Filed Under (Biasa) by Mpok Bina
Berapa sih usia Paman Donal? Tidak pernah sekalipun disebutkan di sekian banyak komik dan film kartunnya. Tapi, ah, siapa peduli? Berapa pun usianya, dia tetap lucu dan polos. Kaus ini melukiskan kekagetan Paman Donal yang setelah dewasa baru sadar, dia tak bercelana. Oalah. Sudut pandang manusia yang ingin memanusiakan hewan. Jadi ingat, dulu saya pernah ikut-ikut teman, memakaikan kaus bekas pada anjing kesayangan. Di mata saya dia jadi lucu, tapi dia nggak betah. Baru sebentar dipakai, kaus itu langsung digigit-gigit dan dilepaskan.
Juli 04, 2008
Filed Under (Biasa) by Mpok Bina
“Jangan jual tanah kita! Apalagi kalau sekadar hanya untuk membeli barang-barang yang bisa diproduksi oleh pabrik-pabrik secara massal!” Kaos bikinan Joger ini memberi imbauan yang sangat tepat untuk para petani di negeri agraris. Bisa juga ditambah, “apalagi jika tanah dijual untuk modal jadi tenaga kerja murah di luar negeri”. Akibat iming-iming calo tanah dan calo tenaga kerja, maupun tergugah setelah melihat para tetangga yang bisa membeli sepeda motor, kulkas atau sekadar mengganti lantai rumah dengan keramik, lama-kelamaan bisa menjadikan petani sebuah profesi langka. Seorang pencari investor pembukaan lahan untuk kebun kelapa sawit siap mencarikan tanah di ‘daerah’ buat calon investor yang cukup menanam mulai dari beberapa juta rupiah saja. Banyak orang awam tertarik. Saya ngeri membayangkan perusakan tanah yang diakibatkan monokultur penopang industri, hilangnya keragaman hayati untuk beberapa perak per meter persegi, juga kesadisan pembantaian orangutan dan fauna lain yang tergusur dari tempat tinggal demi kebun kelapa sawit. Mereka begitu mudahnya lupa, ribuan spesies yang ada dalam hutan tropis jauh lebih berharga daripada sekian meter kubik kayu atau sekian ton kelapa sawit. Menjual tanah membuat para petani kecil terusir ke kota, kehilangan akar dan keluhuran budaya. Petani berganti profesi menjadi kuli, sementara di negara agraris harga bahan pangan melonjak karena harus diimpor dari negara industri. PS : Petani bisa membela diri, “Bagaimana mau hidup bercocok tanam kalau harga bibit dan pupuk semakin mahal, karena harus diimpor?”
Juni 29, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
Belakangan ini orang semakin gampang ngamuk. Obat nyamuk sekaligus obat ngamuk, bukan sebaliknya. Jika obat dikonsumsi, yang merasakan dampak langsung bukan si konsumen, melainkan orang-orang di sekitarnya (lantaran tidak perlu merasakan amukannya lagi). Kaus bikinan dagadu ini menyampaikan saran yang tentu saja BUKAN untuk dipraktikkan. Tapi, jikalau Anda ada waktu luang, silakan mengingat-ingat, benarkah pada tahun ‘70 atau ‘80-an dulu ada obat nyamuk Cap Kambing? Pertanyaan kedua, mengapa bentuk obat nyamuk harus melingkar-lingkar? Oh ya, tulisan kecil-kecil di kaus itu berbunyi, “makan 3 kali sehari 1 buah sesudah minum, tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui, bila emosi tetap berlanjut segera hubungi kepolisian setempat”. Kalau hasilnya malah digibeng, gimana? PS : Setiap hari Jumat banyak orang di warung saya pakai kaus unik. Lumayan
Juni 13, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
Lagi-lagi kaos yang dipakai teman kantor, setelah yang ini. Sepintas seperti merek sebuah minuman terkenal, tapi ternyata tulisannya beda. Coba tebak, minuman apakah ituuuu…? Ya, pintaar… Kaos Papua ini konon diperoleh mbak pemakai (matur nuwun, Jeng Nur!) dari seorang rekan kantor yang tinggal di Papua. Sewaktu sang rekan bertugas ke Jakarta, inilah buah tangannya. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya. Pertemanan yang sebelumnya terjalin hanya lewat saluran telepon jarak jauh, atau lewat dunia maya seperti yang semakin umum di zaman internet ini, jadi semakin akrab berkat sehelai kaos. Asyik juga kali ya, jalan-jalan ke Papua? Sayangnya, ongkos pesawat ke sana mahal sangat, dan jalur kereta api ke sana belum ada
April 10, 2008
Filed Under (Biasa) by Mpok Bina
![]() Kaos bikinan entah siapa, dikenakan oleh rekan sekerja saya yang memang terkenal sabar meskipun badannya tidak subur. Lho, memangnya ada hubungan antara kesabaran dan kesuburan (badan)? Apa ada hubungannya juga dengan dugaan, eh, tuduhan orang jadul bahwa orang pemarah biasanya kurus? Entah apa pula pendapat mereka jika melihat anak-anak gaul jaman sekarang yang lebih suka berbodi gantungan kunci, dengan harapan bukan anoreksik. Moga-moga tetap sabar dengan apa pun pilihan mereka, karena konon orang sabar disayang Tuhan. |
|