Kaos berbentuk one piece dress ini ditemukan dipojokan sebuah toko kecil di Mall Kelapa Gading. Tentu saja saya langsung membelinya, dan setelah itu saya bingung hendak memberikan kepada siapa. Pertama bisa dianggap pelecehan. Kedua, mau dipakai dimana dan kapan ? apakah ada yang berani memakainya.
Jika anda mau saya akan memberikannya. Tentu saja dengan syarat harus dipakai sewaktu kopdar. Berani menonjolkan body ketan anda ?

Peraga oleh model ( bukan Istri, saudara atau teman )
Postingan Mbilung kemarin menegaskan kembali arti hakekat cinta di mata lelaki. Bisa jadi laki laki memberikan cintanya demi ‘sex’ sementara wanita bisa sebaliknya. Ini semua menjadi nyata terjawab dengan kaos yang saya beli di emperan Legian Bali.
Yah. Memang beginilah isi otak laki laki.


Serbuan waralaba makanan fast food seperti KFC tak serta membuat pemilik rumah makan ayam goreng lokal ketakutan. Selalu ada ceruk bagi penikmat ayam goreng jawa seperti Mbok Berek, Kalasan atau Taliwang. Bahkan dulu saya bersama keluarga Gelael pemilik waralaba KFC Indonesia sering nongkrong menikmati Ayam Goreng Suharti atau Pemuda. Masa masa selama 2 tahun menjadi loyalis brand KFC sebagai klien saya.
Tentu saja saat itu saya tidak berani memakai kaos ini. Bisa bisa berantakan asap dapur saya, kehilangan salah satu pekerjaan.
Kaos ini tersimpan rapat di lemari. Tersembunyi dan bau kamper.
Yang jelas kaos ini tidak didisain oleh Nyonya Suharti atau Mbok Berek yang sangat santun dalam bersaing usaha. Mc Donald, California Fried Chicken atau Wendys yang paling bersemangat melihat kaos ini.
Setelah sekarang saya tidak lagi memegang klien KFC, mungkin juga kaos ini kelak saya pakai sewaktu mempresentasikan story board film iklan mereka. Siapa tahu ?
Kaos ini dibeli di Bangkok. Lucu sekaligus ironis karena menggambarkan budaya ‘ One Night Stand ‘. Sebuah pesta, tatap tatap tatapan sayang dan berakhir di tempat tidur.
Sebuah analogi kimia pertemuan lelaki dan wanita dicampur segelas bloody marie. Pagi harinya biasa biasa saja. No commitment. No nothing. Mungkin suatu hari kita bertemu lagi. Itupun kalau sempat bertukar nomor telepon.
Ini memang konsekuensi sebuah jaman.Bisa buruk. Bisa baik.
Tentu saja saya tidak menganjurkan anda seperti itu. Karena itu bisa jadi apa bedanya dengan mereka disini .
Ada anekdot lucu. If you don’t drink don’t try. But If you drink don’t stop.
Kaos ini dipakai Maia sewaktu pers conference sehubungan dengan pembentukan group barunya setelah lengsernya pasangan duetnya. “ Im the Real Queen “.
Jadi ingat kejadian hampir setahun lalu. Saat itu sore hari, saya baru selesai syuting. Cape dan sambil istirahat di teras villa Kaliyana – Kaliurang bersama Rieke dan beberapa crew inti. Tiba tiba mak jendul tergopoh gopoh datang sorang wanita bening, berkacamata hitam tanpa polesan make up, sambil menggembol bungkusan baso. Dia Maia, yang langsung nyerocos mengenai keruwetan rumah tangganya.
Sambil menguyah baso yang dibawa, saya membayangkan sungguh seperti drama sinetron yang biasa kita lihat.
Ditampar suaminya. Ditampar mertuanya. Rieke yang menjadi anggota Komisi perlindungan wanita seketika mendapat semangat untuk memberi jasa counseling gratis.
Maia terus saja marah marah.
“ lelaki nggak tahu diri, cewe kayak gitu kok diembat “ – maksudnya salah satu personil group binaan sang suami.
Lalu pembicaraan masuk ke teritori Mulan kwok ( waktu itu masih pakai kwok ). Wah asyik nih begitu saya ngunandika. Pura pura tak peduli.

Beberapa bulan demikian, setelah goro goro yang tak ada juntrungannya. Kok, ada usulan perdamaian dari Maia – begitu saya baca di tabloid. Dengan syarat, Dhani harus memecat Mulan Jamelaa, dan juga personil Dewi Dewi.
“ Im the Real Queen “. Demikian Maia menegaskan positioningnya.
Ya sudah, kita harus menghornati hak dan aspirasi Maia. Saya sih setuju aja, bahwa hanya ada satu ratu – satu Queen – dalam kehidupan seorang laki laki. Kalau laki laki terlalu pengecut untuk menyatakan komitmennya. Ia harus berani juga menentukan pilihan wanita yang dicintai.
“ Lho Mas Ngomong ngomong ngapain Maia datang ke Kaliurang tempo hari ? “.
“ Apakah dia juga ikut syuting sampeyan ? “.
Tidak kok, nggak ada urusannya sama produksi saya. Tapi dia ikut nginap di villa itu.
Sudah jangan gossip. Dia datang ada urusan lain. Seorang Queen bisa melakukan apa yang ia mau kok.