Author Archive

Februari 09, 2008
Filed Under (Biasa) by Bude Denayanti

Photobucket

Saya udah lupa kapan tepatnya saya dapet kaos ini. Kaos ini dibagikan waktu jumpa pers Siti Nurhaliza sehari sebelum dia konser untuk nasabah Bank Mega Surabaya. Bank Mega mengundang Siti untuk menyanyi di hadapan nasabah yang punya saldo tabungan gede. Temen-temen saya mengira saya termasuk diantara yang punya duit banyak itu. Padahal ini kaos dum-duman alias gratisan. Hahaha mereka kan ngga tahu kalo saya reporter.



Februari 09, 2008
Filed Under (Kebanggaan) by Bude Denayanti

Urusan berakting di depan mik, bisa dibilang pengalaman saya sudah cukup lah. Tapi kalau berakting di depan kamera, ini adalah yg pertama dan mungkin yang terakhir. Makanya saya bangga sekali ketika film indie yang melibatkan saya sebagai pemain menjadi the best movie dalam La Light Indie Movie beberapa waktu lalu. Meski saya hanya bagian kecil dari film itu, paling tidak ngga sia-sia saya mengalirkan air mata buaya hehehe… Cuma, ketika sang sutradara didapuk naik pentas dan duduk berjejer ama Garin Nugroho, sebenernya saya nunggu Garin ngomong: eh itu yg jadi ibu siapa kok aktingnya bagus banget :P . Tapi sampai acara berakhir Garin ngga komentar apapun tentang akting saya hehehe

Photobucket

Sekarang cerita tentang kaos. Kata Iyan sang sutradara, kaosnya cuma 15 biji. Jadi karena sejak selesai syuting saya ngga pernah nongol ya saya ndak kebagian. Tapi saya ngga nyesel, soalnya kaosnya elek banget tur bahannya nilon. Pasti panas banget. (piiis Iyan..)



Januari 17, 2008
Filed Under (Biasa) by Bude Denayanti

Ngga ada yang menarik dari kaos ini. Bahkan ketika nanti selesai membaca cerita saya inipun anda tidak akan menemukan sesuatu yang menarik. Lha kalo ndak menarik ngapain diposting di sini?. Ya tanya adminnya sana hehehehe. (piiis pak admin)
Photobucket
Saya membeli kaos ini kira-kira 5 tahun lalu. Lagi ada diskon di Matahari dan kebetulan saya lagi butuh kaos yang enak untuk lari pagi. Dua kepentingan bertemu, jadilah transaksi. Seiring berjalannya waktu, karena masih dalam masa pertumbuhan :D, badan saya ikut tumbuh (ke samping). Kaos ini jadi ngga muat lagi dan akhirnya cuma jadi penghuni lemari baju saya.

Kemarin saya benah-benah lemari mencari baju-baju bekas untuk dihibahkan pada pembatu saya. Kaos ini termasuk salah satunya. Sebenernya kaos ini lebih pas dan pantas di badan pembantu saya tapi ternyata anak lelaki saya yang umurnya 9 tahun juga berminat. Meski agak kedodoran dia pede aja makeknya. Lebih pede lagi karena dia memadukannya dengan celana pendek penuh sobekan gunting. Celana kebanggaannya.

ma, udah mirip anak punk, ngga?
anak punk??? gubraaakkksss



Januari 16, 2008
Filed Under (Dewasa) by Bude Denayanti

Kaos ini sebenernya sudah pernah saya muat di blog saya. Tapi supaya lebih banyak lagi orang yang ketawa, saya posting saja lagi disini.

Pertamakali liat kaos ini waktu saya dan teman-teman milis Wisata Surabaya jalan-jalan keliling Surabaya. Ketika mampir di Gedung Balai Pemuda Surabaya ada sebuah kios yang menjual kaos dengan tulisan lucu. Pembuatnya mengklaim ini kaos khas Surabaya. Tapi menurut saya tidak semua produknya mencerminkan Surabaya. Contohnya yang satu ini. Mana surabayanya coba?

kena gigi uang kembali :D