|
Agustus 17, 2008
Saya kaget ketika tadi menjemput putri saya ke SMA-nya sehabis 17-an. Baju bebas yang dia pakai adalah kaos lama saya. Kaos yang sudah saya singkirkan saat bersih-bersih lemari dan saya pikir sudah jadi lap. Ternyata kaos itu dicuci ulang dengan pemutih, dan entah pakai upaya apa lagi, jadilah barang yang masih layak pakai.
Desain kaos ini merupakan kolaborasi EddiE haRa dan Ong Hari Wahyu dari Yogyakarta. Tentu, teks dalam sajian pop art ala Roy Lichtenstein itu mengundang komentar teman-temannya. Entahlah apakah guru dan suster membacanya. Buat saya sih biarin aja. Lebih menarik membahas latar Yogya — dialog njawani — dalam ilustrasi yang kebule-bulean. Nggak nyambung tapi lucu.
Comments:
6 Comments posted on "Kaos yang Terlupakan"
dian ina on Agustus 18th, 2008 at 15:15 #
Edddie Hara sama Ong Hari Wahyu emang keren! Karya-karyanya bagus. Yang ini beli dimana, Paman?
bangsari on Agustus 19th, 2008 at 10:06 #
ada hibahan kaos untuk saya paman?
iway on Agustus 19th, 2008 at 11:32 #
kata epat kemaren, londho ostrali, londho inggris
Suryadi Maosuluddin on Agustus 25th, 2008 at 10:55 #
dik: bajingan! bajingan : kok bisa tahu itu, dik? dik : lah itu yang di cerita kaos punya siapa? bajingan : punya tukang gombal.
imam on Maret 27th, 2009 at 09:18 #
bagaimana saya bisa mendapatkannya?
ardy on Juni 3rd, 2009 at 21:06 #
ak pgn punya kaos kya gtu ,,,, Post a comment
|
|