Archive for Agustus, 2008

Agustus 26, 2008
Filed Under (Bisnis, Kiriman pembaca, Lucu, Plesetan) by mimin suadmin

Pada jaman dahulu kala, sebelum para pedagang dunia dan penjajah datang ke tanah Jawa, kita sama sekali tidak mengenal kosa kata apapun yang mengandung huruf F atau V. Jangankan kenal, punya aja enggak. Hingga akhirnya pedagang Arab, Persia, dan Gujarat merapatkan kapalnya di pelabuhan tanah air dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal. Sambil berdagang, sambil menyebarkan ajaran Islam, dan bagi bangsa Eropa mah sambil ngejajah, keberadaan huruf F dan V ikut tersebar secara tidak sengaja.

Gak tua, gak muda, sering secara gak sadar kita melafalkan huruf F dengan P. Misalnya film menjadi Pilem, Firasat menjadi Pirasat, Fitnah menjadi Pitnah, Favorit jadi Paporit. Sesuatu yang tentu saja diharamkan para anchor, penyiar radio, MC-MC acara resmi, penyanyi, yah profesi yang kerjaannya ngomong deh.

Read the rest of this entry »



Agustus 19, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Kiriman pembaca) by mimin suadmin

Semangat senasib sepenanggungan itu perlu dipelihara untuk menghadapi kerasnya perjuangan di tanah perantauan (baca: Jakarta). Maka orang-orang dari Kroya, Jawa Tengah, pun membuat kaos. Kalau pemakainya ngomong ngapak-ngapak (bahasa Jawa Banyumasan, bukan bandhek), maka besar kemungkinan dia dari sana.

Arti teks pada punggung adalah “Sama-sama di perantauan, marilah berkerabat”. Mbilung ikut? Ipoul juga?



Agustus 17, 2008
Filed Under (Aneh, Dewasa, Lucu, Memalukan) by Paman Tyo

Saya kaget ketika tadi menjemput putri saya ke SMA-nya sehabis 17-an. Baju bebas yang dia pakai adalah kaos lama saya. Kaos yang sudah saya singkirkan saat bersih-bersih lemari dan saya pikir sudah jadi lap. Ternyata kaos itu dicuci ulang dengan pemutih, dan entah pakai upaya apa lagi, jadilah barang yang masih layak pakai.

Desain kaos ini merupakan kolaborasi EddiE haRa dan Ong Hari Wahyu dari Yogyakarta. Tentu, teks dalam sajian pop art ala Roy Lichtenstein itu mengundang komentar teman-temannya. Entahlah apakah guru dan suster membacanya. Buat saya sih biarin aja. Lebih menarik membahas latar Yogya — dialog njawani — dalam ilustrasi yang kebule-bulean. Nggak nyambung tapi lucu.



Agustus 17, 2008
Filed Under (Penuh kenangan) by Mpok Bina

\

Sejak lama saya mencari benda bergambar lukisan “Starry Night” yang indah menggugah itu, dan sempat keliru bahwa inilah yang saya cari karena kemiripannya. “Starry Night over The Rhone” dilukis oleh Vincent Van Gogh pada tahun 1888, setahun sebelum “Starry Night” (1889) yang disebut-sebut sebagai mahakarya sang pelukis Belanda setelah dirawat di sanatorium. Dilukis pada malam hari, cahaya bintang dan lampu bangunan sekitar yang memantul di permukaan Sungai Rhone tertuang hidup di atas kanvas. Goresan kuas menyalurkan emosi lukisan bernyawa. Berkhotbah dan mensyukuri karunia Tuhan lewat gambar, pelukis yang pernah menjadi pendeta ini konon jadi gemar memakai warna-warna terang setelah pindah ke Arles, Prancis, yang hangat, selain penetrasi orientalisme ke Eropa.

PS : Kaos bikinan BSX, semoga sudah bayar royalti :)



Agustus 15, 2008
Filed Under (Hadiah, Kiriman pembaca, Memalukan, events) by mimin suadmin

Kaos ini adalah bagian dari syukuran eh peluncuran cerpenista.com yang didukung oleh dagdigdug, di Yogya pekan lalu. Menurut si desainer (blogger juga), punggung kaos memang mengedepankan teks agar mewakili cerpenista yang suka berpesta kata. Yang penting, dari jauh tanpa harus dibaca, punggung kaos menampakkan dunia teks.

Nah kata-kata itu ada yang penting ada yang tidak. Kalau tak penting, karena hanya sekadar menjadi isi web, maka dia tak lebih dari lorem ipsum (blind text untuk desain grafis). Tapi di tangan blogger nakal, lorem ipsum juga bisa diisengi. Lihat saja nama beberapa blogger di sana.

Kabarnya kaos ini ludes dalam tempo singkat. Mungkin karena gratis ya? Kabarnya lagi, takkan diproduksi ulang.