|
Juli 28, 2008
Masalah seks, relasi suami-istri, mitos kejantanan, sering jadi sumber inspirasi para desainer, kartunis, atau komikus. Mereka lalu membuat parodi, satire, bahkan komedi berbentuk gambar, kartun, atau komik, seperti yang tercetak di kaos seorang fotografer media nasional ini.
Bahwa si pemakai jadi bahan tertawaan atau makian, itu urusan dia, bukan urusan pembuat kaos.
Comments:
9 Comments posted on "Kartun saru, eh lucu"
paman tyo on Juli 28th, 2008 at 12:45 #
size does (not) matter?
mpokb on Juli 28th, 2008 at 13:15 #
lucu sekaligus horor, gimana gitu..
arhan on Juli 28th, 2008 at 23:40 #
aih, klo yg begini ini bisa dibilang pornografi g nih.. hihi
lia on Agustus 5th, 2008 at 20:34 #
itu namanya kreatif
ahmad mabruri on Agustus 11th, 2008 at 15:15 #
itu mah namanya porno aksi,sekali porno tetep pormo! walaupun itu gambar kartun,bangsa kta mau jadi apa kalau didepan mata kita atau keseharian kita ajja sepasang gunung dan sebuah tempe….?
chuee on September 29th, 2008 at 16:44 #
keren juga….
OGEK on Oktober 23rd, 2008 at 14:35 #
SENI ITU BEBAS KALO SENI UDAH DIBATASI AMA NORMA,DIMANA LAGI SANG SENIMAN BISA MELAMPIASKAN HASRAT SENINYA????????????
Abu Rosyid on Nopember 4th, 2008 at 17:44 #
Bolehlah kreatif tapi jangan terlalu fulgar, ada rasa malunya
mimi on Nopember 12th, 2008 at 16:06 #
nyablon sendiri ya ndoro kakung? hihi Post a comment
|
|