Juli 04, 2008
Filed Under (Biasa) by Mpok Bina

janganjualtanah

“Jangan jual tanah kita! Apalagi kalau sekadar hanya untuk membeli barang-barang yang bisa diproduksi oleh pabrik-pabrik secara massal!” Kaos bikinan Joger ini memberi imbauan yang sangat tepat untuk para petani di negeri agraris. Bisa juga ditambah, “apalagi jika tanah dijual untuk modal jadi tenaga kerja murah di luar negeri”. Akibat iming-iming calo tanah dan calo tenaga kerja, maupun tergugah setelah melihat para tetangga yang bisa membeli sepeda motor, kulkas atau sekadar mengganti lantai rumah dengan keramik, lama-kelamaan bisa menjadikan petani sebuah profesi langka.

Seorang pencari investor pembukaan lahan untuk kebun kelapa sawit siap mencarikan tanah di ‘daerah’ buat calon investor yang cukup menanam mulai dari beberapa juta rupiah saja. Banyak orang awam tertarik. Saya ngeri membayangkan perusakan tanah yang diakibatkan monokultur penopang industri, hilangnya keragaman hayati untuk beberapa perak per meter persegi, juga kesadisan pembantaian orangutan dan fauna lain yang tergusur dari tempat tinggal demi kebun kelapa sawit. Mereka begitu mudahnya lupa, ribuan spesies yang ada dalam hutan tropis jauh lebih berharga daripada sekian meter kubik kayu atau sekian ton kelapa sawit.

Menjual tanah membuat para petani kecil terusir ke kota, kehilangan akar dan keluhuran budaya. Petani berganti profesi menjadi kuli, sementara di negara agraris harga bahan pangan melonjak karena harus diimpor dari negara industri.

PS : Petani bisa membela diri, “Bagaimana mau hidup bercocok tanam kalau harga bibit dan pupuk semakin mahal, karena harus diimpor?”


Comments:
2 Comments posted on "Jangan Jual Tanah"
paman tyo on Juli 7th, 2008 at 22:13 #

saya mau beli kebon kopi buat beternak luwak :D


mpokb on Juli 8th, 2008 at 09:49 #

memang cocok jadi pawang luwak :P


Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: