|
Juni 29, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
Belakangan ini orang semakin gampang ngamuk. Obat nyamuk sekaligus obat ngamuk, bukan sebaliknya. Jika obat dikonsumsi, yang merasakan dampak langsung bukan si konsumen, melainkan orang-orang di sekitarnya (lantaran tidak perlu merasakan amukannya lagi). Kaus bikinan dagadu ini menyampaikan saran yang tentu saja BUKAN untuk dipraktikkan. Tapi, jikalau Anda ada waktu luang, silakan mengingat-ingat, benarkah pada tahun ‘70 atau ‘80-an dulu ada obat nyamuk Cap Kambing? Pertanyaan kedua, mengapa bentuk obat nyamuk harus melingkar-lingkar? Oh ya, tulisan kecil-kecil di kaus itu berbunyi, “makan 3 kali sehari 1 buah sesudah minum, tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui, bila emosi tetap berlanjut segera hubungi kepolisian setempat”. Kalau hasilnya malah digibeng, gimana? PS : Setiap hari Jumat banyak orang di warung saya pakai kaus unik. Lumayan
Comments:
3 Comments posted on "Obat Ngamuk"
fahmi! on Juni 29th, 2008 at 11:29 #
hahaaa digibeng! LOL… sudah lama nggak denger vocab gibeng ini hihihi
paman tyo on Juni 30th, 2008 at 23:13 #
ini kaos emang cocok buat mpokb!
mpokb on Juli 1st, 2008 at 14:48 #
@ fahmi : di sini masing banyak.. Post a comment
|
|