Juni 13, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina

Lagi-lagi kaos yang dipakai teman kantor, setelah yang ini. Sepintas seperti merek sebuah minuman terkenal, tapi ternyata tulisannya beda. Coba tebak, minuman apakah ituuuu…? Ya, pintaar… :P

Kaos Papua ini konon diperoleh mbak pemakai (matur nuwun, Jeng Nur!) dari seorang rekan kantor yang tinggal di Papua. Sewaktu sang rekan bertugas ke Jakarta, inilah buah tangannya. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya. Pertemanan yang sebelumnya terjalin hanya lewat saluran telepon jarak jauh, atau lewat dunia maya seperti yang semakin umum di zaman internet ini, jadi semakin akrab berkat sehelai kaos.

Asyik juga kali ya, jalan-jalan ke Papua? Sayangnya, ongkos pesawat ke sana mahal sangat, dan jalur kereta api ke sana belum ada :(

kaospapua


Comments:
5 Comments posted on "Kaos dari Tambang Emas Terbesar Dunia"
paman tyo on Juni 13th, 2008 at 21:30 #

oh aku pikir kaosnya si mpok, yang baru pulang dari papua. kapan nih undangannya? ;)


Hedi on Juni 14th, 2008 at 20:25 #

kreatif dan mestinya pemilik kaos boleh mengunjungi papua gratis :D


antown on Juni 15th, 2008 at 17:19 #

senang rasanya bisa mampir ke blog ini yang mengupas soal kaos sebagai bahasa komunikasi non verbal.
Skripsi saya kemarin juga ngomong soal kaos. Judulnya “identitas kultural pemakai kaos Che Guevara”.
Kapan-kapan pingin mampir lagi ah…

salam kenal


Mbelgedez on Juni 15th, 2008 at 17:43 #

Kalok sayah disainer nya, sayah mau mintak royalti atas desain gambar, sama tambang GRASBERG….

:roll:


Arif on Juni 19th, 2008 at 10:50 #

Itu Teh yang serasa klenyer-kleyer ya…
Kaos kalo distel-kan dengan koteka bagaimana ya …
Papua-papua


Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: