Archive for Juni, 2008
Juni 29, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
Belakangan ini orang semakin gampang ngamuk. Obat nyamuk sekaligus obat ngamuk, bukan sebaliknya. Jika obat dikonsumsi, yang merasakan dampak langsung bukan si konsumen, melainkan orang-orang di sekitarnya (lantaran tidak perlu merasakan amukannya lagi). Kaus bikinan dagadu ini menyampaikan saran yang tentu saja BUKAN untuk dipraktikkan. Tapi, jikalau Anda ada waktu luang, silakan mengingat-ingat, benarkah pada tahun ‘70 atau ‘80-an dulu ada obat nyamuk Cap Kambing? Pertanyaan kedua, mengapa bentuk obat nyamuk harus melingkar-lingkar? Oh ya, tulisan kecil-kecil di kaus itu berbunyi, “makan 3 kali sehari 1 buah sesudah minum, tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui, bila emosi tetap berlanjut segera hubungi kepolisian setempat”. Kalau hasilnya malah digibeng, gimana? PS : Setiap hari Jumat banyak orang di warung saya pakai kaus unik. Lumayan
Juni 24, 2008
Kaos ini kiriman pembaca yang mendapatkannya dari awak sebuah perusahaan jasa komunikasi. Ceritanya, kantor sang pemberi pekan lalu menggelar gawe untuk program CSR sebuah perusahaan minyak asing di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Karena masih ada sisa maka kaos itu dihibahkan ke beberapa pihak yang dengan suka cita menerima.
Juni 21, 2008
ini nih kaos boleh desain sendiri.. lagi suka-sukanya belajar bahasa jepang. jadi musti nyari2 dulu font japanese di internet… trus edit2 dikit trus minta sablonin ke tukang sablon. (Kiriman Raindust)
Juni 21, 2008
JIKA BUKA MATA, MAKA harus buka hati juga biar nggak salah. Apa gunannya toh punya mata tapi nggak punya hati kayak yang ada di senayan ituh, kendalikan diri biar nggak terkena godaan di luar, nah kalo udah itu semua baru deh, bangkitkan nurani Anda untuk melihat, merasa, dan mengendalikan diri biar semuanya berjalan selaras, lurus.
Kaos ini saya dapet 3 taun lalu sewaktu kegiatan sekolah di sebuah pesantren pimpinan kiai yang belum berpoligami-setidaknya sampai 2 tahun lalu-. Kaos ini ketemu lagi pas saya lagi beres-beres, dan entah kenapa kok kayaknya asyik aja makenya padahal udah kekecilan, maklum, waktu SMP saya kurusan. (Dari Tongki)
Juni 13, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina
Lagi-lagi kaos yang dipakai teman kantor, setelah yang ini. Sepintas seperti merek sebuah minuman terkenal, tapi ternyata tulisannya beda. Coba tebak, minuman apakah ituuuu…? Ya, pintaar… Kaos Papua ini konon diperoleh mbak pemakai (matur nuwun, Jeng Nur!) dari seorang rekan kantor yang tinggal di Papua. Sewaktu sang rekan bertugas ke Jakarta, inilah buah tangannya. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya. Pertemanan yang sebelumnya terjalin hanya lewat saluran telepon jarak jauh, atau lewat dunia maya seperti yang semakin umum di zaman internet ini, jadi semakin akrab berkat sehelai kaos. Asyik juga kali ya, jalan-jalan ke Papua? Sayangnya, ongkos pesawat ke sana mahal sangat, dan jalur kereta api ke sana belum ada
|
|