Mei 07, 2008
Filed Under (Aneh, Memalukan, Penuh kenangan) by Paman Tyo

Aha! Silakan tertawa. Ini kaosnya sekelompok orang tua, dibikin sekitar 30 potong, untuk sebuah reuni tiga tahun lalu. Sebagian peserta sudah belasan tahun tak bersua. Ada yang doktor, ada yang masih berstatus eks-pedro (pemuda drop out).

Ketika bertemu mereka sudah jadi bapak dan emak. Umumnya pada membawa tambahan lemak. Daging pipi pembalut rahang sudah mengendur. Kelopak mata sudah berkantung. Kacamata sudah plus. Perut seolah membawa tas pinggang. Ada yang datang membawa pengawal (maklum politikus), eh ternyata anaknya. Yang kawin muda punya anak sudah dewasa. Yang kawin telat anaknya masih SD. Yang masih betah melajang ya belum punya anak.

Ah sudahlah. Itu masalah internal.Tidak penting — tapi itu natural, untuk siapa pun. :D

kaos reuni

Lebih penting cerita tentang desain kaos ini. Ternyata susah membuat kaos untuk orangtua. Ketika si desainer mencoba memindahkan gaya visual zaman majalah Aktuil (tahun 70-an, ketika mereka masih ABG), uh hasilnya mirip kaos-kaos yang saat itu (2005) dijual di distro. Bisa bikin malu, dituduh tak tahu diri.

Akhirnya dicobalah gaya awal sampai pertengahan 80-an. Desktop publishing belum meluas, Rugos masih jadi mainan. Sablonan masih cenderung rata — belum model gradasi dan raster.

Yang menjadikan kaos kasepuhan itu tampak “modern” adalah atribut yang mewakili internet. :D

Soal lain? Karena mendatangi reuni ini saya untuk pertama kali bertemu Bahtiar, Lantip, dan Pito. Saya, waktu itu, masih jadi orang lain. :D  Tentu saya ketemu mereka di luar acara, wong beda generasi. :D


Comments:
5 Comments posted on "Kaos Golongan Sepuh"
mpokb on Mei 7th, 2008 at 23:10 #

kok kategorinya “memalukan” sih, pam? memangnya sampai segitu memalukan apa yak, ketahuan kalo angkatan 80? :)


Hedi on Mei 8th, 2008 at 09:42 #

jadi, andai kaos itu ga dibutuhkan lagi oleh si sepuh, tetep aja yang belia ga boleh pake? :D


ebeSS on Mei 9th, 2008 at 12:43 #

desain memang tetap harus liat pasar
bukan untuk mengekor . .
menyedihkan juga klo capek2 mendesain . .
ternyata di pasaran dah banyak yang mirip . . :(


ndoro kakung on Mei 12th, 2008 at 16:43 #

kenapa kata “orangtua” mesti kita citrakan utk ditertawakan? ini ttg keminderan atau wisdom ya?


bahtiar on Mei 13th, 2008 at 19:53 #

paman …

nyuwun sumbang saran kanggo jeneng calon anakku

nuwun


Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: