Archive for Maret, 2008

Maret 10, 2008
Filed Under (Bisnis, Kampanye) by Paman Tyo

Kaos ini milik kawan saya. Kami berteman karena anak-anak kami berkarib sejak TK. Suatu kali dia, namanya Koko, datang ke rumah memakai kaos dari kantornya. Desain punggung kaosnya itu yang unik. Tapi dari sebelas orang yang membaca, berapa yang bisa baca not? Saya tidak. :D



Maret 09, 2008
Filed Under (Dewasa, Hadiah, Lucu, events) by Paman Tyo

Kaos ini saya dapatkan dari Miss Mrs Secretary, sejawat saya di pabrik lama dulu. Dia mendapatkannya di TIM saat menonton pementasan, dan membelikannya khusus untuk saya, lantas pas hari ulang tahun saya kaos ini dipaketkan ke rumah. Terima kasih banget, Novi!



Maret 09, 2008
Filed Under (Biasa) by bangsari

“Besok mau oleh-oleh apa?”, tanya rekan kerja saya di kantor yang hendak ke luar negeri.
“Daripada bikin susah lu, mending ga usah aja deh. Ntar lu repot.”, jawab gue.

Begitulah. Oleh-oleh seolah menjadi barang wajib jika bepergian ke luar kota. Sepertinya menjadi bagian dari biaya perjalanan itu sendiri. Mungkin lebih tepat disebut pajak domestik.

Bagi saya yang tak pernah membiasakan oleh-oleh dari kecil, hal ini sangat menggangu. Menurut saya, oleh-oleh adalah bukti bahwa masyarakat kita cenderung menuntut atas orang lain yang lebih mampu. Mereka yang tak membawanya sering dianggap tidak umum, sebutan lain untuk pelit.

Diambil dengan scanner UMAX Astra 4100



Maret 09, 2008
Filed Under (Bisnis) by Iman Brotoseno

kfc

Serbuan waralaba makanan fast food seperti KFC tak serta membuat pemilik rumah makan ayam goreng lokal ketakutan. Selalu ada ceruk bagi penikmat ayam goreng jawa seperti Mbok Berek, Kalasan atau Taliwang. Bahkan dulu saya bersama keluarga Gelael pemilik waralaba KFC Indonesia sering nongkrong menikmati Ayam Goreng Suharti atau Pemuda. Masa masa selama 2 tahun menjadi loyalis brand KFC sebagai klien saya.
Tentu saja saat itu saya tidak berani memakai kaos ini. Bisa bisa berantakan asap dapur saya, kehilangan salah satu pekerjaan.
Kaos ini tersimpan rapat di lemari. Tersembunyi dan bau kamper.
Yang jelas kaos ini tidak didisain oleh Nyonya Suharti atau Mbok Berek yang sangat santun dalam bersaing usaha. Mc Donald, California Fried Chicken atau Wendys yang paling bersemangat melihat kaos ini.
Setelah sekarang saya tidak lagi memegang klien KFC, mungkin juga kaos ini kelak saya pakai sewaktu mempresentasikan story board film iklan mereka. Siapa tahu ?