|
Maret 28, 2008
Filed Under (Kebanggaan, Lucu) by Ndoro Kakung
Ini kisah kaos kiriman Silent Reverie … Pernah terjerat cinta monyet? Sudah lama aku dan adikku mengalami cinta monyet, tapi dalam arti sesungguhnya. We love monkey. Aku dan adikku suka sekali dengan binatang yang satu ini karena tampangnya kocak dan innocent. Jika tertawa, mulutnya lebar, spontan, juga tulus.
Kaos putih itu kubeli karena gambarnya mengusik perhatianku, bukan karena ukurannya yang XL. Aku nggak peduli ukurannya, walaupun aku tahu kaos itu kedodoran untuk tubuhku yang seuprit dan kesempitan buat adikku yang berbadan giant. Tampak di kaos itu ayah, ibu dan anak monyet yang merupakan satu keluarga harmonis. Lihatlah ekspresi ayah dan ibu monyet yang serius tapi lugu sambil agak-agak tersenyum simpul, sedangkan anaknya bergaya manis manja. Seperti foto keluarga yang biasa dipajang di ruang tamu. Ah, mesranya mereka! Sedangkan kaos yang hitam adalah kaos adikku. Dia mendesain sendiri gambarnya, demi cintanya pada monyet. Terlihat di sana, pendekar monyet dengan goloknya yang terhunus.
Desain ini perpaduan antara monyet jenaka dengan martial arts karena hobi adikku memang olah raga gebuk-gebukan. Jadilah tercipta pendekar jenaka seperti itu. Intermezzo: begitu cintanya pada monyet, kartu pelajarnya adikku pun ditempel foto monyet. Kadang-kadang jika aku dan adikku pergi bareng, kami memakai kaos itu agar terlihat kompak, padahal …. rrrrrgggghhh !#$%^*& … Pernah suatu ketika ada yang memperhatikan kami, kemudian orang itu tersenyum. Ia mungkin berpikir, “Ih, keluarga monyet!” Akh, biarin. Dasar monyet!
Comments:
1 Comment posted on "Cinta monyet"
bangsari on April 9th, 2008 at 13:17 #
“Pernah suatu ketika ada yang memperhatikan kami, kemudian orang itu tersenyum. Ia mungkin berpikir, “Ih, keluarga monyet!”” liat ke arah ndoro? teliti betul itu orang. hahaha Post a comment
|
|