Maret 24, 2008
Filed Under (Hadiah, Lucu, Penuh kenangan) by Paman Tyo

Wenter atau wentol, Anda pernah dengar? Baiklah saya jelaskan. Itu bubuk pewarna untuk dicampur air mendidih, yang dipakai untuk merendam kain dan pakaian yang akan diwarnai. Memang itulah fashion orang tempo doeloe, dari zaman kesrakat (miskin). Cerita lain ada di sana. Lantas kenapa bisa pindah ke kaos? Seorang desainer grafis, namanya Enrico Halim, yang juga dosen seni rupa di Universitas Tarumanegara, memindahkan romantisisme itu ke dalam kaos untuk merintis museum desain grafis Indonesia.


Comments:
2 Comments posted on "Jadulisme Zaman Kesrakat"
iway on Maret 25th, 2008 at 08:02 #

pilihan katanya “wentol sandang …. ”
otentik man :D


mpokb on Maret 25th, 2008 at 22:04 #

pingin pesan yg warna biru. dulu ada tugas sekolah pake wantex, saya lupa tugas apa, tapi wantex-nya ingat..


Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: