Archive for Februari, 2008

Februari 12, 2008
Filed Under (Biasa, Hadiah) by Paman Tyo

kaos bintang merah calvin klein

Teksnya cukup mengulangi kaos bintang dari Bali. Intinya, pada penutup abad lalu itu simbol bintang jadi sexy lagi sehingga menjadi semacam ikon baru, cocok untuk dagangan, bisa untuk hadiah buat saya yang kere tapi dianggap percaya pada bintang merah, padahal tidak. Siapa kapitalisnya? Yang pasti bukan cK yang ini. :D



Februari 09, 2008
Filed Under (Dewasa) by Iman Brotoseno

Kaos ini dibeli di Bangkok. Lucu sekaligus ironis karena menggambarkan budaya ‘ One Night Stand ‘. Sebuah pesta, tatap tatap tatapan sayang dan berakhir di tempat tidur.
Sebuah analogi kimia pertemuan lelaki dan wanita dicampur segelas bloody marie. Pagi harinya biasa biasa saja. No commitment. No nothing. Mungkin suatu hari kita bertemu lagi. Itupun kalau sempat bertukar nomor telepon.
Ini memang konsekuensi sebuah jaman.Bisa buruk. Bisa baik.
Tentu saja saya tidak menganjurkan anda seperti itu. Karena itu bisa jadi apa bedanya dengan mereka disini .
Ada anekdot lucu. If you don’t drink don’t try. But If you drink don’t stop.



Februari 09, 2008
Filed Under (Plesetan) by Mpok Bina

Sementara di kaki lima banyak kaos yang berdesain jiplakan kaos “Hard Rock Cafe”, maka ojie oblongmemelesetkannya menjadi “Bandrek Jahe”. Tulisannya enak dilihat dan kocak buat saya. Kalau ada orang lain yang membacanya dan ikut tertawa, tentu itu lebih baik daripada membaca lantas merengut atau menggerutu.

Adakah juragan akan yang menyediakan menu bandrek di kafe? Bandrek, minuman penghangat badan yang terbuat dari jahe, gula merah dan rempah-rempah lain, entah apakah masih bisa populer setelah “jalma kiwari” terbiasa dengan minuman ringan bersoda, teh hijau berkalori rendah, minuman pembikin bugar atlet atau kopi yang menjadi genit setelah diangkat lewat budaya ngopi di kafe. Klaim pada kaos bahwa bandrek adalah minuman asli Betawi juga bisa diperdebatkan, karena di daerah-daerah lain di Indonesia pun bisa ditemukan berbagai minuman berbahan dasar jahe.

Minuman tradisional selain bandrek yang dikenal di daerah Jawa Barat adalah bajigur, terbuat dari campuran santan cair dan sedikit kopi. Hingga kini, sebagian besar penduduk Kota Hujan Bogor masih sering melihat penjaja bandrek keliling dengan pikulan. Selain bandrek atau bajigur, si penjaja juga menjual makanan penangsel perut semacam ubi rebus atau pisang rebus. Di Bogor juga, tepatnya di belakang bekas Bioskop Sukasari, Jl. Siliwangi yang perpanjangan Jl. Suryakencana (dulunya bernama Jl. Perniagaan) ada daerah bernama Warban, singkatan dari Warung Bandrek. Entah apakah memang pernah ada warung bandrek yang begitu tersohor di sana.

Di musim hujan yang dingin, minumlah bandrek. Tidak perlu mabuk untuk merasakan kenikmatan dan kehangatan dunia :P Duh, ini posting kaos kok malah ngomongin bandrek yak?



Februari 09, 2008
Filed Under (Biasa) by Bude Denayanti

Photobucket

Saya udah lupa kapan tepatnya saya dapet kaos ini. Kaos ini dibagikan waktu jumpa pers Siti Nurhaliza sehari sebelum dia konser untuk nasabah Bank Mega Surabaya. Bank Mega mengundang Siti untuk menyanyi di hadapan nasabah yang punya saldo tabungan gede. Temen-temen saya mengira saya termasuk diantara yang punya duit banyak itu. Padahal ini kaos dum-duman alias gratisan. Hahaha mereka kan ngga tahu kalo saya reporter.



Februari 09, 2008
Filed Under (Kebanggaan) by Bude Denayanti

Urusan berakting di depan mik, bisa dibilang pengalaman saya sudah cukup lah. Tapi kalau berakting di depan kamera, ini adalah yg pertama dan mungkin yang terakhir. Makanya saya bangga sekali ketika film indie yang melibatkan saya sebagai pemain menjadi the best movie dalam La Light Indie Movie beberapa waktu lalu. Meski saya hanya bagian kecil dari film itu, paling tidak ngga sia-sia saya mengalirkan air mata buaya hehehe… Cuma, ketika sang sutradara didapuk naik pentas dan duduk berjejer ama Garin Nugroho, sebenernya saya nunggu Garin ngomong: eh itu yg jadi ibu siapa kok aktingnya bagus banget :P . Tapi sampai acara berakhir Garin ngga komentar apapun tentang akting saya hehehe

Photobucket

Sekarang cerita tentang kaos. Kata Iyan sang sutradara, kaosnya cuma 15 biji. Jadi karena sejak selesai syuting saya ngga pernah nongol ya saya ndak kebagian. Tapi saya ngga nyesel, soalnya kaosnya elek banget tur bahannya nilon. Pasti panas banget. (piiis Iyan..)