Archive for Januari, 2008

Januari 21, 2008
Filed Under (Plesetan) by Iman Brotoseno

Ketika saya memasuki Circle Key Jl. Cikajang , dekat Pasar Santa. Para pemuda pemudi generasi penerus bangsa yang leyeh leyeh di lantai teras - sambil makan kacang dan bergaya minum bir kaleng - melirik tersenyum ke saya. Ini mungkin karena kaos yang saya pakai. Tentu saja kaos Vegetarian Club ini bukan kaosnya Sophia Latjuba yang baru baru saja memproklamirkan sebagai pemakan non daging.
Ini kaos yang saya beli di Bali, persis sebelah restaurant di legian yang menawarkan menu Mushrom bali yang tersohor itu.
Jangan jangan remaja circkle key tersebut menduga saya sebagai pemakai. Mungkin mereka ingin bertanya “ Ada barang nggak ? “.

Bagi sebagian kalangan pengguna barang ini, ada rasa kebanggaan.
“ Kami pemakai hasil alam, tumbuh tumbuhan bukan barang racikan kimia atau alkohol “
Saya mengakui memang pernah mencicipi asap ini.
Waktu itu di padepokan seniman besar. Disana ada musisi besar, konglomerat dan ada ustad besar juga.
“ Lho ustad kok nyimeng ? “
Sudah tidak usah buat gossip, yang jelas seingat saya rasanya biasa saja seperti rokok dan sepertinya saya jadi senang tersenyum senyum saja. Itu saja.
Sementara saya kini menikmati barang ini hanya di restaurant Aceh – sebagai campuran ramuan bumbu - di Bendungan hilir yang rasanya benar benar ‘come fly with me ‘.



Januari 19, 2008
Filed Under (Kampanye, Kebanggaan) by Totok Sugianto

Seorang rekan kerja yang akan pensiun mengundang kami untuk acara pesta perpisahannya. Beliau telah bekerja bersama dengan kami hampir selama 10 tahun.

Memang sepanjang karir beliau bekerja, telah banyak perusahaan yang mendapatkan jasa beliau, dan kebetulan perusahaan kami adalah yang terakhir dan menurutnya adalah yang terlama sepanjang karirnya selama ini.

Seperti layaknya farewell party kami tamu undangan bergantian berbicara baik atas nama pribadi maupun departemen, mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Terkadang kata yang terucap sesekali diikuti ’sesenggukan’ karena saking tidak bisanya menahan haru karena musti berpisah walaupun dalam pertemanan kami tidak mungkin terpisahkan.

Setelah semua mendapatkan giliran berbicara satu persatu maka tiba saatnya beliau yang memasuki masa purna tugas ini menyampaikan beberapa patah kata sambil sesekali mengusap sudut matanya yang tidak kuasa dilinangi air mata. Pada intinya beliau bangga bisa bekerja sama dengan kami dan bahagia karena selama ini selalu berteman baik dengan kami.

Terakhir tanpa kami ketahui sebelumnya beliau memberikan kejutan kepada kami dengan membuka blazer yang dikenakannya, dan ternyata dibalik blazer hitamnya ada kaos putih bertuliskan “Retired… and Loving It!” dengan gambar :) (smily).



Januari 19, 2008
Filed Under (Plesetan) by Iman Brotoseno

Kaos ini memang sudah lama., yang muncul pada masa masa reformasi 1998 – 1999. Sudah turun pangkat menjadi baju tidur, karena memang enak. Bukan karena serasa mengeloni mbak tutut atau memimpikan eyang Soeharto. Tapi memang gambaran yang ada di sini menjadi tuntuan refleksi sebuah jaman. Jangan salah bahwa hampir sepuluh tahun itu tuntutan masih terus relevan. Sampai hari ini. Ketika suara suara keras meminta proses hukum terhadap Soeharto beradu gempita dengan suara suara yang meminta agar ia dimaafkan.

“ Saving Private Asset “ yang dibuat oleh sebuah lembaga Nirlaba KKN – Kaos Kritis Nasional memang menjadi potret buram negeri ini. Sebuah negeri ketoprak yang penuh dengan adegan sandiwara nggak mutu.
Saya tidak yakin kalau mereka yang mendisain ‘ Kaos Kritis Nasional ‘ masih eksis hari ini. Jangan jangan mereka sudah tidur nyenyak menjadi anggota DPR setelah sukses menggulingkan orde baru. Sama tidak yakinnya kalau penyelesaian kasus Hukum Soeharto akan memuaskan rakyat. Wong, Jaksa Agung sudah menghadap keluarga Cendana dan menjanjikan penyelesaian ‘ win win solution ‘.
Maksudnya ????



Januari 18, 2008
Filed Under (Lucu) by Iman Brotoseno

Kaos ini dibeli di kawasan wisata Pat Pong - Bangkok, yang terkenal dengan tempat tempat atraksi bugil aneh bin ajaib. Membuat teringat dengan dr.Naek L Tobing. Katanya “ jika anda berhubungan badan dengan pasangan anda, bersikaplah bebas dan liar “. Intinya anda anda jangan sok jaim. Toh, sepanjang itu halal dan dengan pasangan sendiri, kenapa harus malu malu.
Dengan kata lain ‘ animal behaviour ‘ bisa menjadi acuan. Kadang sifat itu bisa muncul dan sah sah saja ketika kita melakukan ‘ intercourse ‘.
Manusia suka terlalu melebih lebihkan dengan bahasa eufemismenya. Bersetubuh kok di bilang ‘ make love’. Padahal bahasa setempat ada yang bilang ngewe, ngemprut, tungs, bersetubuh, atau bikin anak. Ya, bikin anak, atau making kid. Mungkin dengan bungkus kata ‘ love ‘atau cinta membuat kegiatan ini sepertinya sopan.

Sementara yang tahu batas sopan itu khan anda anda sendiri. Di dalam kamar sendiri yang terkunci rapat. Apalagi kalau sudah punyak anak, pasti kegiatan ini menunggu mereka tidur dulu. Aman terkendali.
Jadi mau coba kamasutera, kamandaka atau kama kama kamelion yang silahkan. Sepanjang muhrim, halal dan tidak melukai salah satu pasangan. Go ahead. Making baby yeah yeah…
Wong babi aja yang inut imut sambil pringas pringis bisa bilang “ making bacon ! “



Januari 17, 2008
Filed Under (Biasa) by Bude Denayanti

Ngga ada yang menarik dari kaos ini. Bahkan ketika nanti selesai membaca cerita saya inipun anda tidak akan menemukan sesuatu yang menarik. Lha kalo ndak menarik ngapain diposting di sini?. Ya tanya adminnya sana hehehehe. (piiis pak admin)
Photobucket
Saya membeli kaos ini kira-kira 5 tahun lalu. Lagi ada diskon di Matahari dan kebetulan saya lagi butuh kaos yang enak untuk lari pagi. Dua kepentingan bertemu, jadilah transaksi. Seiring berjalannya waktu, karena masih dalam masa pertumbuhan :D, badan saya ikut tumbuh (ke samping). Kaos ini jadi ngga muat lagi dan akhirnya cuma jadi penghuni lemari baju saya.

Kemarin saya benah-benah lemari mencari baju-baju bekas untuk dihibahkan pada pembatu saya. Kaos ini termasuk salah satunya. Sebenernya kaos ini lebih pas dan pantas di badan pembantu saya tapi ternyata anak lelaki saya yang umurnya 9 tahun juga berminat. Meski agak kedodoran dia pede aja makeknya. Lebih pede lagi karena dia memadukannya dengan celana pendek penuh sobekan gunting. Celana kebanggaannya.

ma, udah mirip anak punk, ngga?
anak punk??? gubraaakkksss