Januari 16, 2008
Filed Under (Plesetan) by Iman Brotoseno

Banyak orang mengira istilah Mak Nyuss gara gara celotehan Bondan Winarno. Padahal hampir lima belas tahun yang lalu, pakde Umar Kayam sudah sering mempopulerkan ekspresi itu dalam kolomnya di Harian Kedaulatan Rakyat, Jogja.
Saya selalu percaya Mak Nyuss itu baru terasa jika masakan diolah melalui suatu ritual proses memasak. Sesederhana apapun juga. Jadi kalau membandingkan ayam goreng Mbok Berek yang dimasak dengan kayu bakar, terus nunggu matang dua puluh menit, bahkan molor setengah jam. Jelas beda dengan ayam goreng siap saji yang langsung dicemplungkan dalam minyak panas bersuhu 500 derajat. Inilah yang dibanggakan oleh waralaba waralaba makanan siap saji. Dalam 2 menit masakan siap matang.

Budaya fast food membuat gegar budaya bagi sebagian orang. Wong waktu saya kecil kalau diajak bapak ibu ke rumah makan, ya harus nunggu. Mungkin di situlah letak nikmatnya, kita sekeluarga bisa ngobrol ngobrol sambil hidung kembang kempis mencium aroma masakan dari dapur restaurant Yong kee depan stasiun kereta Pasar Minggu.
Cilokonya, anak anak saya tidak pernah suka makan di tempat yang harus menunggu. Disamping bosan menunggu. Juga toko buku Gramedia atau Time zone harus buru buru disambangi setelah mengunyah makanan.
Ya sudah , bukankan kita harus mengalah kepada precil precil yang bakal mewarisi kedaulatan keluarga kita ? walau rasanya mendem, kita bergaya menjadi ikon ikon manusia modern menikmati ayam goreng dan kentang.
Rasanya ? Ya nggak mak nyuss..tapi mak shit.


Comments:
4 Comments posted on "McShit"
mpokb on Januari 16th, 2008 at 18:31 #

pembikin kaos ini mesti kadar kolesterolnya rendah. sehat, karena nggak suka makanan yg digoreng dengan minyak jelantah kuadrat :D


Paman Tyo on Januari 16th, 2008 at 22:16 #

rasa MacShit kayak apa ya, Bro? :D


leksa on Januari 19th, 2008 at 02:11 #

rasa nya apa ni Mas,..
jarang saya ke Junkfoot2 itu..
muahal sih ,..
mending pecel lele telor tahu tempe lalapan sambal.. :(


Iman Brotoseno » Bangsa Tempe on Januari 23rd, 2008 at 18:35 #

[…] makanan asli Indonesia . Nasi, tempe, sagu, jagung, lawar, pecel, sang sang, singkong, roti atau Mc Donald ? Swasembada pangan yang pernah begitu dibanggakan Presiden Soeharto karena mendapat penghargaan […]


Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: