Januari 16, 2008
Filed Under (Aneh, Hadiah) by Paman Tyo

Sabar, sabar, sabar. Jangan keburu berkerut kening. Saya tak hendak mengadu domba dengan memanfaatkan sentimen wilayah peka.

Nah kaos berkaligrafi Arab (tapi saya tak dapat membacanya) itu adalah bingkisan dari teman di kantor lama, namanya Hoho, sebagai oleh-oleh setelah mengunjungi tempat ziarah orang salibis eh palang eh Nasrani.

Teman saya, seorang santri, namanya Mas Poniman, sambil senyum-senyum berkomentar dalam dialek Tegal, “Bos, kenapa juga yak itu kaos nyebut-nyebut Babe segala?”

Lha mana saya tahu, kata saya. Saya cuma dikasih tahu oleh orang lain bahwa kaligrafi itu adalah Doa Bapa Kami.

Bagi saya tak soal kalau idiom kristiani memakai bahasa Arab. Bukankah di Timur Tengah pun ada orang Nasrani? Itu sama saja dengan ekspresi keagamaan secara verbal dengan bahasa (dan aksara) lain kan? Maka entri kaos yang ini mestinya dijuduli “Kaos bebas-SARA”. :)


Comments:
5 Comments posted on "Kaos SARA (bukan Saru)"
iman brotoseno on Januari 16th, 2008 at 10:29 #

mudah mudahan pasukan diponegoro berubul ubul itu mau mengerti..( berharap )


mpokb on Januari 16th, 2008 at 18:24 #

mending ini artinya doa. lha ada juga yg masang tulisan arab, dikira doa, ternyata iklan.. weleh.


Y. Jalu on Juni 20th, 2008 at 16:53 #

Salam semua, aku boleh minta foto kaligrafi-nya yang bisa kelihatan detailnya begitu, atau minta tolong di foto kaligrafi bajunya saja dengan resolusi tinggi…kalau ada kontak saya di gardenboom@yahoo.com

Thanks.


mimin suadmin on Juni 24th, 2008 at 16:47 #

@ y.jalu:
maaf kata si empunya kaosnya keselip, gambar hi-res sudah dihapus. :)


mamuh on Juni 25th, 2008 at 14:45 #

nyuwun sewu, ini memang bukan hal yg nyaman utk dikomentari.. keinginan kita berbagi dg canda bisa bubrah kalo kita masuk ke wilayah ini. sorry


Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: