07 Mei 2008 @ 18:52
Aneh, Memalukan, Penuh kenangan | kapstok: Paman Tyo (30 potong) | Rumah asal: Paman Tyo

Aha! Silakan tertawa. Ini kaosnya sekelompok orang tua, dibikin sekitar 30 potong, untuk sebuah reuni tiga tahun lalu. Sebagian peserta sudah belasan tahun tak bersua. Ada yang doktor, ada yang masih berstatus eks-pedro (pemuda drop out).

Ketika bertemu mereka sudah jadi bapak dan emak. Umumnya pada membawa tambahan lemak. Daging pipi pembalut rahang sudah mengendur. Kelopak mata sudah berkantung. Kacamata sudah plus. Perut seolah membawa tas pinggang. Ada yang datang membawa pengawal (maklum politikus), eh ternyata anaknya. Yang kawin muda punya anak sudah dewasa. Yang kawin telat anaknya masih SD. Yang masih betah melajang ya belum punya anak.

Ah sudahlah. Itu masalah internal.Tidak penting — tapi itu natural, untuk siapa pun. :D

kaos reuni

Lebih penting cerita tentang desain kaos ini. Ternyata susah membuat kaos untuk orangtua. Ketika si desainer mencoba memindahkan gaya visual zaman majalah Aktuil (tahun 70-an, ketika mereka masih ABG), uh hasilnya mirip kaos-kaos yang saat itu (2005) dijual di distro. Bisa bikin malu, dituduh tak tahu diri.

Akhirnya dicobalah gaya awal sampai pertengahan 80-an. Desktop publishing belum meluas, Rugos masih jadi mainan. Sablonan masih cenderung rata — belum model gradasi dan raster.

Yang menjadikan kaos kasepuhan itu tampak “modern” adalah atribut yang mewakili internet. :D

Soal lain? Karena mendatangi reuni ini saya untuk pertama kali bertemu Bahtiar, Lantip, dan Pito. Saya, waktu itu, masih jadi orang lain. :D  Tentu saya ketemu mereka di luar acara, wong beda generasi. :D



02 Mei 2008 @ 20:53
Kampanye, Lucu, Plesetan | kapstok: OblongMan (6 potong) | Rumah asal: OblongMan

Kaos ini saya dapatkan menjelang Pemilu 2004. Terbikin oleh Dagadu, Yogyakarta. Gayanya retro. Isinya ya khas Dagadu, pelesetan yang “ngyojani”. :D Tapi kayaknya ejaan “spanneng” itu salah. Mestinya “spanning” (Belanda, dibaca “spaneng”; artinya tegang, tegangan)

kaos partai senyum, partai gurem



02 Mei 2008 @ 20:44
Biasa, Kebanggaan | kapstok: OblongMan (6 potong) | Rumah asal: OblongMan

Kaos ini harganya sekitar Rp 17.500, saya dapatkan di rak diskonan Carrefour Harmoni, Jakarta, tahun 2002. Adem, lumayan, sayang agak tipis. Desainnya memang pakai efek scracth. Sekarang saya pakai buat tidur. Teman sepetiduran jadi takut mendekat. :D

kaos murah meriah keren



26 April 2008 @ 10:49
Hadiah, Penuh kenangan | kapstok: Paman Tyo (30 potong) | Rumah asal: Paman Tyo

Kaos ini masih ada. Kemarin saya temukan di lemari lalu saya foto. Baru saya pakai sekali, waktu acara berlangsung, lima tahun silam. Ukurannya kelewat ngepres di badan. Ini hanya satu dari sejumlah atribut dalam gelaran di beberapa kota yang pernah dibikin oleh (eks-)kantor saya.

Warna oranye saya suka. Cerah. Optimistis dan aktif, kata entah siapa. Tapi kemarin kaos ini menjadi penebal melankoli. Untuk pertama kalinya sejak kami bubar dan terdiaspora tahun lalu, beberapa teman mengajak saya konferensi di Y!M. Reuni maya penuh canda dan ledekan. Yang tak muncul di teks selama chatting dengan koneksi byar-pet adalah galau saya. Ada semacam rasa bersalah atau apa. Mereka seolah hadir senyatanya. Aneh, padahal ketika bertemu di dunia nyata kami santai saja. Maafkan saya teman-teman.

*) Tiba-tiba saya ingat tentang keluarga Darmawan Supratisto (supratisto.com), peserta yang menjadi “juara” dalam sebuah gelaran kami. Di kemudian hari, pada suatu nahas, seisi rumah terpanggang dalam rumah yang semua jendelanya berjeruji. Mereka mengontrak rumah itu untuk tempat mengungsi selagi rumah asli direnovasi. Keluarga itu punah. Ayah, ibu, dan dua anak…



21 April 2008 @ 17:09
Penuh kenangan | kapstok: OblongMan (6 potong) | Rumah asal: OblongMan

Yang ini juga dari rumah desain Le Bo Ye di Kemang, Jakarta Selatan. Masih tentang korek api klasik yang pernah ada di Hindia Belanda. Bos Le Bo Ye, yaitu I. Hermawan Tanzil, memang kolektor produk cetakan jadul. Kaos ini berbahan katun agak tebal, nyaman, warnanya krem. Sayang harga kaos-kaos eksklusif itu di atas Rp 75.000…

kaos korek api le bo ye jakarta